Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ikhtiar Keluarga di Balik Langkah Haji Orang Tua

Dalimin (94 tahun) dan Darso (84 tahun), membuktikan bahwa usia tua bukan halangan untuk berangkat haji ke tanah suci Mekkah Al-Mukarromah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Ikhtiar Keluarga di Balik Langkah Haji Orang Tua
Tribunnews.com/Arif Tio Buqi Abdulah
BERANGKAT HAJI - Mbah Dalimin (kiri) dan Mbah Darso (kanan) difoto di sela masa tunggu untuk berangkat haji 2026. Dalimin dan Darso membuktikan bahwa usia tua bukan halangan untuk berangkat haji. 

Bagi keluarga ini, haji bukan sekadar ibadah pribadi, tetapi juga bentuk bakti. 

Dalimin sendiri hanyalah seorang pensiunan staf tata usaha di Sekolah Teknik Sukoharjo sejak 1989, yang kemudian melanjutkan hidup sebagai petani. 

Tabungannya tentu tak cukup untuk biaya perjalanan ke Tanah Suci. Namun anak-anaknya mengambil peran itu sepenuhnya.

BERANGKAT HAJI - Mbah Dalimin (kiri) bersama anaknya, Widodo (kanan) saat ditemui Tribunnews di rumahnya, Karangdowo Klaten, Jumat (17/4/2026).
BERANGKAT HAJI - Mbah Dalimin (kiri) bersama anaknya, Widodo (kanan) saat ditemui Tribunnews di rumahnya, Karangdowo Klaten, Jumat (17/4/2026). (Tribunnews.com/Arif Tio Buqi Abdulah)

Baca juga: Mengintip 7 Fasilitas Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah: Musala Luas hingga Dekat Halte Bus

Cobaan di Tengah Masa Tunggu

Perjalanan Dalimin untuk berangkat haji tak berjalan mulus begitu saja.

Pria dengan 14 cucu ini sebenarnya dijadwalkan berangkat haji pada 2025 lalu.

Namun beberapa minggu sebelum jadwal keberangkatan, kondisi kesehatannya justru menurun drastis. 

Ia sampai harus berpindah-pindah selama satu bulan penuh, sehingga harus rela menunda berangkat ke tanah suci.

Rekomendasi Untuk Anda

"Satu bulan penuh itu keluar masuk rumah sakit. Pertama masuk rumah sakit di Klaten, setelah itu dirawat anak ketiga di Kulonprogo, lalu masuk rumah sakit lagi."

"Dari sana belum ada perkembangan, lalu ke rumah sakit di Solo, ternyata juga belum membaik, meski diagnosis-nya juga belum jelas."

"Setelah itu dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta, setelah itu bisa sembuh. Itu di setiap rumah sakit itu seminggu, total sebulan penuh keluar-masuk rumah sakit," cerita Dalimin.

Dalimin sendiri tidak begitu ingat apa yang ia rasakan, namun berdasarkan cerita anak-anaknya, ia mengalami panas dan tak sadarkan diri.

Bagi Dalimin, tertundanya keberangkatan itu tak membuatnya putus asa. 

Hal itu justru disikapi dengan bijak. Ia lebih menata diri lagi setelah sembuh, secara fisik maupun batin.

Kesehariannya kini sederhana. Ia rutin berjalan kaki di pagi hari, menjaga pola makan, dan beristirahat cukup.

Kebiasaan berjalan jauh sebenarnya sudah ia lakoni sejak muda. Bahkan pernah berjalan kaki hingga Solo, atau dari Yogyakarta ke Pantai Parangtritis. 

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas