Ikhtiar Keluarga di Balik Langkah Haji Orang Tua
Dalimin (94 tahun) dan Darso (84 tahun), membuktikan bahwa usia tua bukan halangan untuk berangkat haji ke tanah suci Mekkah Al-Mukarromah.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Pagi itu, langkah-langkah kecil 'mbah' Dalimin terdengar pelan di jalan kampung.
Udara masih dingin, embun belum sepenuhnya menguap, namun tubuh renta itu tetap bergerak meski harus dibantu sebuah tongkat.
Di usia 94 tahun, setiap langkah kakinya bukan sekadar olahraga ringan, melainkan latihan kesungguhan sebagai persiapan menuju perjalanan suci yang telah lama dinanti.
Bagi Dalimin Bujo Martoyo, jalan kaki setiap pagi adalah cara sederhana melatih fisik, sekaligus menyiapkan hati.
Sebab sebentar lagi, ia akan menapaki perjalanan jauh: menunaikan ibadah haji, panggilan yang datang di senja usianya.
"Biar kuat nanti di sana," katanya pelan sambil tersenyum, saat ditemui Tribunnews, Jumat (17/4/2026).
Tidak banyak yang menyangka lelaki sepuh itu akhirnya benar-benar mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Ketika pertama kali didaftarkan haji pada 2018 lalu, usianya telah memasuki kepala delapan, tepatnya 86 tahun.
Dalimin yang tercatat sebagai warga Desa Kupang, Karangdowo, Klaten ini, saat itu bahkan tidak benar-benar memahami berapa lama harus menunggu.
Yang ia tahu, lima anaknya, semuanya ingin agar Dalimin berangkat.
"Ya ikut saja," kata Dalimin.
Antrean panjang yang bisa mencapai puluhan tahun terasa seperti sesuatu yang jauh dari jangkauannya.
Namun takdir berjalan dengan caranya sendiri.
Dalimin meski berusia 94 tahun, namun ia masih bisa berkomunikasi dengan baik atau nyambung ketika diajak berbicara.
Kegiatannya setiap pagi dengan berjalan kaki menunjukkan penglihatannya masih berfungsi baik, meski diakuinya tak sejernih dulu.
Baca tanpa iklan