Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelayan di Tanah Suci: di Balik Ketenangan Ibadah Jemaah Haji

Pelayanan petugas haji atau PPIH di Tanah Suci menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana nilai manfaat dana haji diterjemahkan di lapangan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pelayan di Tanah Suci: di Balik Ketenangan Ibadah Jemaah Haji
HO/IST
PETUGAS HAJI 2026 - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan pendampingan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, mulai dari kedatangan hingga pelaksanaan ibadah. Pelayanan petugas haji di Tanah Suci menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana nilai manfaat dana haji diterjemahkan di lapangan. 

"Ibadahnya ya lewat melayani jamaah," ujarnya.

PETUGAS HAJI 2026 - Petugas haji terlihat dalam pendampingan jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Petugas haji bersiaga melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, mulai dari kedatangan hingga pelaksanaan ibadah.
PETUGAS HAJI 2026 - Petugas haji terlihat dalam pendampingan jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Petugas haji bersiaga melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, mulai dari kedatangan hingga pelaksanaan ibadah. (HO/IST)

Baca juga: Ikhtiar Keluarga di Balik Langkah Haji Orang Tua

Sebagai anggota PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji), hari-hari Nunung dimulai sebelum fajar benar-benar pecah. 

Pukul tiga dini hari, lorong hotel yang tadinya senyap perlahan hidup. 

Suara roda koper beradu dengan lantai, disusul langkah cepat petugas yang menenteng handy talky dan map tipis berisi nama-nama jamaah.

Kadang tepat di jam itu, bus besar merapat di depan hotel. Pintunya terbuka, membawa wajah-wajah lelah yang baru saja menempuh penerbangan panjang. 

Di tengah kesibukan itu Nunung berdiri. Ia menyambut satu per satu jamaah yang turun.

Ia harus memastikan konsumsi sudah siap dibagikan, sambil sesekali mengarahkan mereka yang kebingungan mencari kamar. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika jamaah bergerak menuju Masjid Nabawi, Nunung dan timnya tetap siaga. Mereka tahu, di tengah keramaian, banyak hal bisa terjadi.

Dan memang terjadi.

Ada jamaah yang terpisah dari rombongan. Ada yang keluar dari pintu yang salah dan tak tahu jalan kembali. Ada pula yang panik karena lupa hotelnya.

"Saya pernah temui ibu-ibu yang benar-benar bingung, hampir panik karena lupa di mana hotelnya," kenangnya.

Beruntung, kini setiap jamaah dibekali identitas dengan barcode.

Petugas dapat memindainya untuk mengetahui asal kloter dan lokasi hotel. 

"Setelah diketahui, jamaah itu diantar kembali ke hotel," ujar Nunung.

Situasi seperti itu bukan hal yang jarang terjadi.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas