Kemenhaj Siagakan Klinik Kesehatan di Arafah dan Mina saat Puncak Haji
Kemenhaj siagakan klinik di Arafah dan Mina saat puncak haji. 657 petugas turun, layanan jemaah diperketat di Armuzna.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah dan Mina pada fase puncak ibadah haji tahun ini. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan jemaah di tengah padatnya mobilitas Armuzna.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan dan kesiapsiagaan operasional penyelenggaraan haji, khususnya pada periode pergerakan besar jemaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dua Klinik Disiagakan di Arafah dan Mina
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan penempatan dua klinik tersebut dilakukan untuk mempercepat respons layanan medis bagi jemaah.
“Untuk memperkuat layanan kesehatan selama puncak haji, PPIH Arab Saudi juga telah menyiagakan satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Arafah dan satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia di wilayah Mina,” kata Maria dalam konferensi pers virtual, Senin (25/5/2026).
Baca juga: 267 Jemaah Haji Lansia dan Sakit Difasilitasi Safari Wukuf di Arafah
657 Petugas Dikerahkan di Fase Armuzna
Selain fasilitas kesehatan, sebanyak 657 petugas Satgas Arafah turut dikerahkan untuk mendukung kelancaran layanan jemaah selama fase Armuzna.
“Sebanyak total ada 657 petugas Satgas Arafah yang di antaranya terdiri dari Ad Hoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi hingga petugas-petugas lainnya,” ujarnya.
Petugas tersebut disebar di berbagai titik layanan untuk memastikan pergerakan jemaah berlangsung tertib, aman, dan terpantau.
Layanan Haji Diperkuat di Berbagai Sektor
Maria menambahkan, penguatan layanan tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup transportasi, akomodasi, konsumsi, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah.
“Mulai dari layanan transportasi, kemudian akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah hingga perlindungan jemaah ini terus kami perkuat selama fase Armuzna,” kata Maria.
Ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik mengingat tingginya aktivitas selama puncak ibadah haji.