Indonesia Absen dari Penghargaan Haji 2026, Wamenhaj Ungkap Dua Catatan Arab Saudi
Indonesia tidak meraih The Labaytum Award 2026, sementara Malaysia dan Singapura justru masuk daftar penerima.
Penulis:
Sri Juliati
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Indonesia tidak meraih The Labaytum Award 2026, sementara Malaysia dan Singapura justru masuk daftar penerima.
- Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan fokus utama pemerintah adalah kepuasan dan perlindungan jemaah, bukan penghargaan, serta menyebut dua catatan Arab Saudi yaitu kebebasan media dan aspek kesehatan jemaah.
- Meski jumlah kematian jemaah Indonesia lebih tinggi secara absolut, persentasenya menurun signifikan berkat penerapan istitha'ah kesehatan yang lebih ketat.
Laporan langsung wartawan Tribunnews.com dan Media Center Haji dari Arab Saudi, Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima The Labaytum Award for Excellence in Serving the Guests of Allah atau penghargaan penyelenggaraan haji terbaik tahun 2026.
Justru dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura meraih penghargaan yang diberikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pemerintah tidak menjadikan penghargaan sebagai target utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Sebab, fokus utama pemerintah Indonesia adalah pada kepuasaan dan perlindungan terhadap jemaah.
"Tentu itu adalah wewenang Kerajaan Saudi Arabia. Kami menghormati subjektivitas dari Kerajaan Saudi Arabia," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Rabu (3/6/2026).
Ia mengungkapkan terdapat dua isu yang selama ini menjadi perhatian Arab Saudi terhadap penyelenggaraan haji Indonesia.
Pertama, pemberitaan media yang sangat terbuka dan bebas dalam menyampaikan berbagai kritik maupun persoalan selama pelaksanaan haji.
"Media itu bebas sekali. Kita tentu tidak bisa mengontrol media karena itu prinsip dasar demokrasi," ujarnya.
Catatan kedua berkaitan dengan aspek kesehatan dan pelaksanaan istitha'ah kesehatan jemaah haji.
Baca juga: Kumpulkan 23 Katering Jemaah Haji di Madinah, Gus Irfan Minta Layanan Konsumsi Ditingkatkan
Sebagai negara dengan jumlah jemaah terbesar di dunia yang mencapai 221 ribu orang, Indonesia memiliki jumlah kematian jemaah yang lebih banyak secara angka absolut dibanding negara lain.
Namun demikian, Dahnil menegaskan, secara persentase angka tersebut relatif lebih rendah dan terus menunjukkan penurunan.
Bahkan pada musim haji tahun ini, jumlah jemaah yang wafat turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun lalu lebih dari 400 orang, sementara tahun ini per hari ini (kemarin, red) sekitar 180-an. Penurunannya sangat signifikan," tuturnya.
Menurut Dahnil, penurunan angka kematian tersebut tidak lepas dari penerapan istitha'ah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan.