Hasil Riset LPEM FEB UI
Deputi Direktur Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anjar Sumarjati (tengah) bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Yasmine Meylia Sembiring (kedua kiri), Direktur Keuangan PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) Valentina Juveline (ketiga kiri), Kepala Kajian Transformasi Digital dan Studi Perilaku Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) Prani Sastiono (ketiga kanan), Direktur Kelompok Spesialis Riset dan Widyaiswara OJK Institute Ida Rumondang H. Sipahutar (kedua kanan), Kepala LPEM FEB UI Chaikal Nuryakin (kanan) dan Akademisi dan Praktisi Sektor Keuangan Ibrahim Kholilul Rohman (kiri) berbincang disela-sela konferensi pers Diseminasi Kajian Dampak Fintech Lending Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat: Studi Kasus AdaKami di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Riset terbaru LPEM FEB UI mengestimasikan bahwa pada tahun 2024, AdaKami berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan kisaran nilai sebesar Rp6,95 triliun hingga Rp10,96 triliun. Besaran kontribusi tersebut setara dengan PDB negara kepulauan seperti Tonga, yang pada 2024 tercatat sebesar USD 558 juta atau sekitar Rp 9,38 triliun dengan kurs saat ini, dan hasil riset LPEM FEB UI menunjukkan bahwa penyaluran pinjaman AdaKami berperan sebagai bantalan keuangan (financial buffer) yang membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan, terutama dalam situasi mendesak, sehingga mampu menjaga tingkat konsumsi (consumption smoothing). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
#LPEM FEB UI
#Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
#Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia
#PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami)
