Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Suriah: Serangan Rusia Jaga Perdamaian di Timur Tengah

Aliansi antara Rusia, Suriah, Irak, dan Iran harus sukses, jika tidak seluruh wilayah ini akan hancur

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden Suriah: Serangan Rusia Jaga Perdamaian di Timur Tengah
ARA News/Khabar TV
Cuplikan siaran televisi Iran, Khabar TV, pada Minggu (4/10/2015), saat Presiden Suriah Bashar Al-Assad sedang diwawancara. (ARA News/Khabar TV) 

TRIBUNNEWS.COM, DAMASKUS - Meski dituduh kurang menargetkan serangan ke ISIS, intervensi Rusia melakukan serangan di Suriah dikatakan penting oleh Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Berbicara Minggu (4/10/2015) pada stasiun televisi Iran, Khabar, Bashar mengatakan bahwa serangan Rusia sebenarnya penting untuk menjaga kedamaian di Timur Tengah.

Selain itu, menurutnya kerjasama Rusia, Suriah, Irak, dan Iran tampaknya akan sukses. Namun, aliansi itu memang harus sukses.

"Aliansi antara Rusia, Suriah, Irak, dan Iran harus sukses, jika tidak seluruh wilayah ini akan hancur," ucapnya, dikutip oleh TIME.

Sejak Rabu (30/9/2015) lalu, Rusia sudah melakukan serangan di Suriah, yang dikomitmenkan untuk melawan ISIS yang sudah mengambil alih beberapa area di Suriah.

Namun, pihak AS dan oposisi lainnya banyak mengkritik dan berpendapat bahwa Rusia malah lebih sibuk menyerang area yang menjadi tempat operasi kubu pemberontak anti-pemerintah Suriah.

Dikhawatirkan pula serangan Rusia itu akan semakin menimbulkan kehancuran di negara itu. ARA News mengatakan pihak oposisi sudah mendesak Bashar untuk turun dan menghentikan perang konflik yang terjadi di Suriah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menyebut bahwa serangan Rusia penting, Bashar malah mengatakan serangan koalisi AS justru gagal untuk mencapai apapun dalam misinya. (TIME/ARA News)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas