Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Operasi Sedot Lemak dan Implan Payudara di NSW Makin Diperketat

Kementerian Kesehatan di negara bagian New South Wales, Australia memperketat prosedur operasi plastik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Operasi Sedot Lemak dan Implan Payudara di NSW Makin Diperketat
heraldsum.com.au
Ilustrasi operasi sedot lemat 

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY -- Kementerian Kesehatan di negara bagian New South Wales, Australia memperketat prosedur operasi plastik.

Kebijakan ini diambil setelah beberapa wanita mengalami komplikasi serius usai operasi.

Menteri Kesehatan New South Wales Jillian Skinner mengatakan, mulai tahun depan, tindak operasi seperti operasi payudara, penyedotan lemak atau pengecilan perut hanya bisa dilakukan di fasilitas yang memiliki perizinan serupa dengan RS swasta.

"Laporan mengenai komplikasi yang diderita beberapa pasien telah menimbulkan kekhawatiran publik mengenai tindak operasi yang dilakukan beberapa orang." kata Skinner.

Selanjutnya, izin bagi dokter bedah plastik akan sama dengan yang berlaku untuk RS swasta.

Ini artinya artinya dokter tidak lagi dizinkan melakukan operasi besar seperti operasi payudara di fasilitas yang bukan klinik kesehatan.

"Perubahan ini akan dimaksudkan untuk memastikan keamanan bagi pasien yang melakukan tindak operasi plastik tertentu." kata Skinner.

Rekomendasi Untuk Anda

Fasilitas yang sekarang belum memiliki izin diberi waktu sembilan bulan untuk mendapatkan izin tersebut.

Sebelumnya, pengkajian aturan operasi plastik ini mulai dilakukan bulan September 2015.

Kala itu, seorang wanita dibawa ke RS, karena terkena serangan jantung sehabis menjalani operasi pembesaran payudara.

Dia adalah wanita kedua dalam waktu sembilan bulan yang mengalami serangan jantung setelah menjalani operasi di The Cosmetic Institute (TCI).

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas