Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

12 Orang Tewas dan 24 Orang Luka-luka Akibat Bom Meledak di Filipina

Serangan bom ini adalah serangan militan Abu Sayyaf.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in 12 Orang Tewas dan 24 Orang Luka-luka Akibat Bom Meledak di Filipina
AP

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ledakan bom menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai 24 orang di pasar malam di kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte di Filipina bagian selatan, Davao.

Serangan bom ini adalah serangan militan Abu Sayyaf.

Komandan militer daerah Letjen Rey Leonardo Guerrero mengatakan sejauh ini para penjinak bom dan penyidik polisi masih melakukan olah TKP.

Pasukan polisi di ibukota Manila langsung menerapkan siaga penuh setelah ledakan mematikan itu.

Tayangan TV menunjukkan kondisi berserakan di TKP, ada kursi plastik, dimana saksi mengatakan tubuh mayat berserakan setelah ledakan.

Mobil ambulans hilir mudik setelah ledakan ke TKP.

Duterte, yang menjabat sebagai walikota Davao sebelumnya, yang kini menjabat Presiden pada bulan Juni, masih belum mengeluarkan pernyataan terkait serangan Abu Sayyaf.

Rekomendasi Untuk Anda

Juru bicara Presiden, Ernesto Abella, mendorong masyarakat untuk waspada.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Ned Price mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Jumat (2/9/2016) bahwa pihak berwenang setempat di Filipina terus menyelidiki penyebab ledakan.

Bahkan kata dia, Amerika Serikat siap memberikan bantuan untuk penyelidikan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas