Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Filipina, Indonesia, dan Malaysia Sepakat Lakukan Patroli Udara Terpadu

Filipina, Indonesia, dan Malaysia sepakat melakukan patroli udara terpadu.

Penulis: Ruth Vania C
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Filipina, Indonesia, dan Malaysia Sepakat Lakukan Patroli Udara Terpadu
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ruth Vania

TRIBUNNEWS.COM, HAWAII - Filipina, Indonesia, dan Malaysia sepakat melakukan patroli udara terpadu.

Kesepakatan tercapai saat menteri pertahanan dari tiga negara tersebut melakukan pertemuan trilateral dalam ASEAN-US Dialogue.

Dalam pertemuan yang diadakan di Hawaii, Amerika Serikat, Sabtu (1/10/2016) itu dibahas soal meningkatnya aksi kriminal di daerah maritim.

"Para menteri dari tiga negara ini bersepakat untuk melakukan patroli udara terpadu," demikian pernyataan Departemen Pertahanan Nasional Filipina (DND), Senin (3/10/2016).

Patroli terpadu dilakukan saat angkatan bersenjata Malaysia dan Indonesia memfinalisasi upaya patroli maritim sesuai kesepakatan.

"Sesuai batas koridor yang disepakati masing-masing, tiga negara mengganggap sebagai daerah maritim yang patut diawasi," tambahnya.

Berita Rekomendasi

Patroli udara terpadu akan menjadi prioritas utama ketiga negara tersebut dalam menangani masalah pengamanan maritim.

"Utamanya dipicu kepentingan untuk menangani peningkatan insiden pembajakan dan penculikan di wilayah perairan tiga negara itu," katanya lagi.

Selain itu, pertemuan tersebut juga dijadikan ajang para menteri pertahanan (Menhan) membahas masalah kekerasan kelompok ekstremis.

Pertemuan tersebut dihadiri Menhan Filipina Delfin Lorenzana, Menhan Malaysia Hishamuddin Tun Hussein, dan Menhan RI Ryamizard Ryacudu.

Bulan lalu, tiga negara tersebut telah menandatangani sebuah dokumen mengenai standar prosedur operasional untuk kerjasama maritim.

Sebanyak 26 warga Indonesia dan Malaysia telah diculik kelompok Abu Sayyaf dalam enam bulan terakhir dan 19 orang diantaranya bebas.

Hingga kini, perlawanan terhadap Abu Sayyaf terus digencarkan di Sulu dan Basilan atas perintah dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (GMA News/Inquirer)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas