Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hassan Wirajuda: Uber Tak Dapat Dihindarkan Terkait Globalisasi

Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa Uber di Jakarta maupun di New York tak dapat dihindari lagi.

Hassan Wirajuda: Uber Tak Dapat Dihindarkan Terkait Globalisasi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hassan Wirajuda (69), mantan menteri Luar negeri Indonesia diwawancarai Yasushi Kudo (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa Uber di Jakarta maupun di New York tak dapat dihindari lagi karena terkait dengan globalisasi walaupun ada pro dan kontra.

"Saya berbicara tentang globalisasi, tapi ada juga yang negatif pada globalisasi. Sudah pasti sebuah fakta bahwa banyak orang telah memberi kesempatan untuk pertumbuhan, tetapi di beberapa negara atau beberapa orang terpapar situasi bahwa beberapa orang tidak dapat bersaing dalam globalisasi," kata Hassan tanggal, Selasa (5/9/2017) saat diwawancarai Yasushi Kudo, Ketua Yayasan Genron yang didirikan Kudo Oktober 2001.

"Hal ini seperti baru-baru ini terlihat bahwa banyak orang dengan pendapatan rendah di Amerika Serikat merasa seperti itu. Anda harus berpikir bahwa beberapa orang tidak dapat menanggapi globalisasi," kata Hassan.

Misalnya, banyak orang merasa terancam karena pekerjaannya dirampok orang lain.

"Globalisasi, pasar bebas, perdagangan bebas, tentu saja, akan terus berlanjut di masa depan, namun masalahnya masih laten. Namun, karena saat ini kita berada di dalam masyarakat informasi, IT, dan lainnya, tampak tetap hampir tidak berubah," kata dia.

Sementara itu kita kata Hassan harus hidup berdampingan bersama-sama selama bertahun-tahun yang akan datang.

"Jadi, mengapa Anda ingin menggabungkan diri untuk menghilangkan kecemasan orang saat menggabungkan teknologi baru seperti Uber. Itulah masalah yang dialami banyak pengemudi New York, dan pengemudi di Jakarta juga demikian," kata dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas