Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mitsubishi Materials Jepang Palsukan Data, Sahamnya Jatuh 11 Persen

Pimpinan Mitsubishi Materials memminta maaf karena perusahaannya memalsukan data. Permintaan maaf ini disampaikan dalam jumpa pers, Jumat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mitsubishi Materials Jepang Palsukan Data, Sahamnya Jatuh 11 Persen
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
CEO Mitsubishi Materials, Akira Takeuchi 

Perusahaan tidak mengungkapkan jumlah nasabah, produk atau nilai pengiriman yang terkena dampak.

Ketiga anak perusahaan tersebut tampaknya telah menyalahgunakan praktik bisnis yang dikenal sebagai tokusai, di mana klien dapat menyetujui untuk menerima produk yang tidak memenuhi standar yang disepakati.

Unit Bahan Mitsubishi terus mengirimkan produk di bawah standar, percaya bahwa tidak ada keluhan yang berarti tidak ada masalah.

Tetapi kebanyakan perusahaan cenderung hanya memeriksa pengiriman pertama yang mereka terima.
"Kami mempercayai pembuat bahan dan hanya memeriksa dokumennya," ungkap salah satu pembuat mobil utama.

Tidak ada kekhawatiran keamanan atau pelanggaran peraturan yang telah dikonfirmasi saat ini.

Baca: 7 Awak Kapal Jepang yang Kecelakaan di Kepulauan Okinawa Ditemukan Selamat, 5 di Antaranya WNI

Namun kesalahan tersebut mengingatkan pada skandal data terbaru dari Kobe Steel dan kemungkinan akan menyalakan kembali pertanyaan-pertanyaan ke dalam kontrol kualitas perusahaan Jepang.

Rekomendasi Untuk Anda

Bahan Mitsubishi adalah perusahaan logam nonferrous utama yang menangani berbagai lini bisnis yang meliputi tembaga, semen, alat logam keras dan bahan elektronik.

Mitsubishi Cable membukukan penjualan sekitar 29,5 miliar yen (265 juta dolar AS) untuk tahun yang berakhir pada bulan Maret, sementara Mitsubishi Shindoh dengan penjualan sekitar 122,5 miliar yen.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas