Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kombatan ISIS, Istilah Baru Penanggulangan Teroris Global

Indonesia memiliki banyak jenis kopi, mulai dari kopi Bali, kopi Sumatera, kopi Jawa, kopi Toraja, hingga kopi luwak.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kombatan ISIS, Istilah Baru Penanggulangan Teroris Global
Tribun Timur/Thamsil Thahir

Politisi Liberal ini, menyebut teroris yang bekerja secara online ini sebagai generasi ketiga terorism.

Generasi pertama itu AlQaedah di tahun 1990-an.

Lalu generasi kedua ada ISIS yang menyebar dari Afghanistan, Syiria dan Timur Tengah ke tenggara asia dan Eropa, hingga dekade kedua milenium ini.

“Kini generasi ketiga teroris itu traveler, mereka yang kembali dari Timur tengah, namun dengan jaringan ilmu perang yang terkoneksi dengan internet.”

Dia menambahkan, Simpatisan ISIL Regional tidak perlu lagi bepergian ke Timur Tengah untuk memajukan tujuan ISIL, atau mendapatkan pengalaman tempur.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alisius, menyebut traveler teroris itu, dengan “Kombatan ISIS dan Alqaedah.”

Markasnya di Marawi, Philipina, dekat laut China Selatan dan Pasifik.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini lokasi yang amat strategis untuk menyebar ke ASEAN, dan Australia.

Merujuk penyebaran Kombatan ISIS yang memanfaatkan tarif pesawat murah, teknologi penyamaran, Turnbull sangat berharap negara-negara tetangganya di utara dan barat, bersedia membagi data intelijen terkait jaringan teroris.

“seperti pesan di media sosial, kita juga harus banyak berbagi,” ujar Turnbull.

Rencana aksi penanggulangan teroria ini juga tertuang dpam Ke-24 poin kesepakatan Deklarasi Sydney.

Poin-poin kesepahaman bidang ekonomi, sosial, keamanan dan cyber sekutit ini akan diimplementasikan dalam bentuk program aksi dalam tempo lima tahun terhitung sejak 2015 hingga 2019, yang menggunakan istilah; ASEAN-Australia Strategic Partnership (2015-2019).

24 poin kesepakatan ini adalah komitmen dan kesimpulan dari rangkaian sekitar 25 pembicaraan bilateral dan multilateral bersama dan terpisah antara 10 pemimpin negara Asia Tenggara plus Australia dan sekitar 32 menteri bidang diplomasi, perdagangan, dan keamanan dari 11 negara.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas