Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Diplomatnya Diusir, Rusia Protes Keras ke Pemerintah AS

AS dan sekutunya, terutama Inggris kurang memiliki data yang obyektif dan konklusif dalam kasus keracunan Sergei Skripal dan putrinya.

Diplomatnya Diusir, Rusia Protes Keras ke Pemerintah AS
SPUTNIK/ MIKHAIL VOSKRESENSKIY
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov 

Laporan Reporter Kontan, Agung Jatmiko 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Keputusan sejumlah negara barat untuk mengusir diplomat Rusia memicu protes keras dari pemerintah Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia telah melayangkan protes keras kepada AS dan para sekutunya.

Kementerian luar negeri Rusia mengungkapkan, AS dan sekutunya, terutama Inggris kurang memiliki data yang obyektif dan konklusif dalam kasus keracunan Sergei Skripal dan putrinya.

"Mereka (AS dan sekutu) secara buta mengikuti prinsip kesatuan Euro-Atlantik hingga melupakan akal sehat, norma-norma dialog antar-negara yang beradab dan prinsip-prinsip hukum internasional," ungkap Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dilansir dari kantor berita TASS, Senin (26/3/2018).

Lavrov menambahkan, Rusia akan membalas langkah tak bersahabat dari kelompok negara Uni Eropa dan NATO.

Lavrov juga menganggap keputusan mengusir diplomat Rusia ini sebagai langkah Uni Eropa dan NATO yang tidak ramah dan gagal dalam memenuhi tugas dalam mengidentifikasi penyebab dan pelacakan pelaku yang sesungguhnya bertanggung jawab dalam insiden 4 Maret di Salisbury.

"Sikap provokatif solidaritas yang terkenal di London ini, dibuat oleh negara-negara yang lebih suka mengikuti jejak London tanpa peduli untuk melihat keadaan lain dari insiden itu, hanya melanjutkan kebijakan meningkatkan konfrontasi," imbuh Lavrov.

Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov mengatakan, bahwa ia telah menyampaikan protes keras kepada Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Wess Mitchell atas keputusan Washington untuk mengusir 60 diplomat Rusia.

Baca: Lynk-01 Jadi Mobil China Pertama yang Diproduksi di Eropa

Baca: CEO Gojek : Saya Hanya Layani 800 Ribu, PNS Layani 250 Juta Orang

"Setelah menerima informasi ini, saya menyatakan protes yang tegas terhadap tindakan ilegal AS dan menekankan bahwa sampai sekarang tidak ada bukti campur tangan Rusia dalam investigasi kasus Skripal, karena memang tidak ada bukti keterlibatan Rusia dalam tragedi yang terjadi di Salisbury," kata Antonov, dilansir dari TASS.

Menurutnya, cara terbaik untuk menyelidiki kasus Skripal adalah melakukan penyelidikan yang tepat dalam kerangka organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia atau Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW).

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas