Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepolisian Sharjah Menangkap 470 Pengemis Selama Bulan Ramadhan

Mohammed Nouf, salah satu pengemis yang berasal dari Pakistan mengatakan dirinya terpaksa mengemis karena tidak mempunyai pilihan lain

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kepolisian Sharjah Menangkap 470 Pengemis Selama Bulan Ramadhan
Khaleej Times
Warga dari luar Uni Emirat Arab menjadi pengemis di kota-kota demi kemurahan hati warga yang sedang beribadah puasa 

Laporan wartawan tribunnews.com, Wahyu Firmansyah

TRIBUNNEWS.COM, SHARJAH - Kepolisian Sharjah telah menangkap 470 Pengemis selama bulan Ramadhan.

Sebagian besar dari mereka datang ke Uni Emirat Arab dengan visa kunjungan dari berbagai negara Arab dan Asia menjelang Ramadhan.

Baca: Puasa Menurut Warga Muslim di Birmingham

Tujuan dari pengemis ini untuk mendapatkan uang dari kemurahan hati orang-orang selama bulan suci.

Saat ini, semua pengemis disediakan tempat tinggal sampai mereka dideportasi ke negara masing-masing.

Mohammed Nouf, salah satu pengemis yang berasal dari Pakistan mengatakan dirinya terpaksa mengemis karena tidak mempunyai pilihan lain.

"Saya tidak punya pilihan. Saya harus mengemis karena saya tidak bisa pergi ke mana-mana dan tidak tahu siapa yang harus dihubungi untuk keluar dari kekacauan," katanya, dilansir khaleej Times, Sabtu (19/5/2018).

Rekomendasi Untuk Anda

Hamza Ali yang berasal dari Suriah terpaksa mengemis karena sedang jatuh miskin.

"Saya memutuskan untuk datang ke UEA dan tiba di sini 45 hari yang lalu. Saya berhasil mengumpulkan hampir 15,000 Dirham dengan mengemis, yang diambil oleh orang yang memberi saya tempat tinggal dan makanan. Dia berjanji untuk memberi saya uang tunai ketika saya meninggalkan negara dua hari sebelum visa saya berakhir, " kata Ali.

Baca: Bebas Dari Tahanan, Anwar Ibrahim Dampingi Wan Azizah Bertemu Dengan PM Singapura

Kolonel Ibrahim Al Ajill, direktur CID di Sharjah Police, mengatakan beberapa pengemis ditemukan bekerja sendiri, sementara sebagian besar dari mereka dibawa ke negaranya oleh suatu kelompok.

"Polisi berusaha keras untuk mengendalikan mereka yang mengemis di tempat-tempat seperti sinyal lalu lintas, masjid, pasar dan tempat parkir di toko-toko dan mal," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas