Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Setelah Najib Razak, Kini Pengacaranya Ditangkap dan Dituduh Lakukan Pencucian Uang

Seorang pengacara mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituduh menerima suap sebesar USD 2,3 juta.

Setelah Najib Razak, Kini Pengacaranya Ditangkap dan Dituduh Lakukan Pencucian Uang
Al Jazeera
Pengacara Najib Razak 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Seorang pengacara mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituduh menerima suap sebesar USD 2,3 juta.

Aparat kepolisian Malaysia mengumumkan tengah melakukan penyelidikan terhadap lebih dari 50 orang yang dicurigai terkait dengan penjarahan multi miliar dolar dari dana investasi negara, 1MDB.

Baca: Unik, Peserta MFC Wajib Pakai Bahan Daur Ulang

Pengacara tersebut bernama Muhammad Shafee Abdullah, ia ditangkap pada Kamis kemarin dan langsung dibawa ke pengadilan Malaysia, dimana ia bersikeras mengaku tidak bersalah atas empat tuduhan yang dialamatkan padanya.

Keempat tuduhan itu meliputi dua tuduhan pencucian uang dan dua tuduhan menghindari pajak dengan membuat deklarasi palsu atas pajak penghasilannya.

Dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat (14/9/2018), Shafee dilaporkan menerima USD 2,3 juta dari kliennya itu, ia pun dituduh melakukan korupsi dan pencucian uang.

Menurut data dalam lembar rincian biaya yang dipegang penyidik, ia menerima hasil yang dianggap ilegal itu melalui transfer dari rekening pribadi Najib.

Yang pertama sebesar USD 1,04 juta yang ditransfer pada September 2013, selanjutnya transfer uang senilai USD 1,26 juta pada Februari 2014.

Shafee merupakan pengacara yang memiliki peranan penting bagi Najib, seorang mantan Perdana Menteri Malaysia yang berbulan-bulan menghadapi serangkaian masalah, mulai dari kekalahan elektoral, menghadapi tuduhan pencucian uang, pelanggaran kepercayaan kriminal, hingga kasus korupsi terkait skandal 1MDB.

Mengetahui apa yang dialami pengacaranya, Najin pun mengkritik tindakan pengadilan Malaysia sebagai bentuk politik untuk mengintimidasi Shafee.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas