Krisis Venezuela: 'Mengapa saya tetap setia kepada Nicolas Maduro'
Seorang perempuan muda Venezuela menjelaskan alasan tetap setia kepada Presiden Nicolas Maduro, sosok yang dituduh korupsi, pemerintahannya
Saya merasa (chavista) adalah orang-orang seperti saya, orang-orang yang menghormati saya. Saya bisa mengunggah apa saja di blog saya dan saya tidak diserang karenanya. Di balik konflik dan berbagai masalah, kami berbagi impian dan gagasan yang jelas tentang negara kami.
Saya selalu suka politik dan (chavismo) membukakan banyak pintu bagi saya untuk berpasrtisipasi di dalamnya ketika saya masih di bangku SMA.
Banyak sekali orang-orang intoleran di pihak oposisi. Bukan berarti kami orang baik dan mereka orang jahat. Chavismo adalah penginterpretasian ulang atas apa artinya menjadi masyarakat dan hal ini lah yang sulit dipahami oposisi.
- Sejarah kedekatan Indonesia dengan Venezuela yang tengah dilanda krisis
- Mengapa solusi krisis politik dan ekonomi di Venezuela 'tergantung' dengan militer
- Krisis Venezuela: Orang-orang yang siap mati untuk Presiden Maduro
Anggota keluarga saya pernah berharap saya mati saja karena mereka bilang saya mendukung sistem kediktatoran. Saya bukan orang yang jahat, kejam, jelek atau bagian dari kelompok eksklusif, seperti yang orang-orang anggap atas kami chavita. Mungkin jika pihak oposisi lebih terbuka, saya tidak akan menganut chavismo.
Saya menganggap diri saya berhaluan kiri. Saya bukan penganut marxisme, sosialis sayap kiri. Saya percaya pada kemaslahatan masyarakat. Saya dari sayap kiri yang sangat berbeda dari chavismo, tetapi saya merasa chavismo paling mewakili diri saya.
Kritik terhadap chavismo
Saya merasa chavismo ini monolitik (sistem yang besar, kuat, dan tak mudah berubah), ia tak menerima pandangan lain. Itulah mengapa ia kehabisan tenaga. Chavismo, contohnya, hanya memahami anak-anak muda dengan satu pola pikir: mereka adalah pemuda yang bekerja untuk ibu pertiwi.
Pemuda pemudi sebenarnya tidak harus bekerja untuk ibu pertiwi.
Chavez menyebut generasi saya sebagai generasi emas. Ia membangun banyak universitas dan banyak orang yang berkuliah dan mempersiapkan diri mereka dan akan segera berusia 25 tahun, seperti saya, dan akan berkeinginan untuk memiliki mobil, karena, seperti di negara lainnya, jika saya seorang profesional dan saya hebat di bidang yang saya geluti, saya bisa mendapat penghasilan yang cukup untuk membeli sebuah mobil.
Sekarang gaji orang-orang bahkan tak cukup untuk membeli bahan-bahan dasar makanan.
Chavismo juga terlalu konservatif dalam memandang sebuah keluarga. Tak ada hal lain bagi seorang perempuan kecuali menjadi seorang ibu. Saya benci hal itu.
Jika Anda seorang progresif atau berpaham sayap kiri, Anda harus berjuang untuk mengubah itu. (Chavismo) adalah sebuah kekuatan politik dengan representasi politik perempuan yang paling besar, namun di saat yang bersamaan program-program sosialnya hanya mendukung kaum ibu.
Kemungkinan campur tangan militer AS
Entah apakah saya terdengar arogan, tapi saya tak merasa (ketegangan politik saat ini) akan menyebabkan konsekuensi yang parah. Negara-negara Amerika Latin sayap kiri sangat berharap Amerika menyerbu kami dan semua orang berpikir demikian.
Saya pikir gringos (Amerika) bertaruh di sini, mereka memainkan kartu yang sangat penting dengan memberikan banyak tekanan, namun tak ada kebencian mendalam di Venezuela, lain halnya dengan di Suriah, Libya, Sunni dan Shiite.
Baca tanpa iklan