Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

'Karena tidak divaksin, rahang saya pernah terkunci dan bahu tercengkeram'

Kisah Meredith, seorang perempuan Australia yang tidak mendapat vaksin waktu kecil dan akibat yang dideritanya hingga ia dewasa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Meredith, bukan nama sebenarnya, memiliki ibu yang selalu curiga dengan vaksin.

Sewaktu kecil Meredith tidak pernah menerima vaksin dan ia harus berjuang melawan berbagai penyakit. Inilah kisahnya.

Pada suatu hari saya menginjak paku. Tak lama sesudahnya, rahang saya terkunci dan bahu tercengkeram. Paramedis membawa saya dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.

Dokter di rumah sakit di Brisbane sangat kaget melihat keadaan saya: saya tetanus, dan sudah 30 tahun mereka tak melihat pasien dengan diagnosis ini.

Dokter yang merawat saya mengambil sel darah orang yang pernah terkena tetanus dan memasukkan ke tubuh saya dengan harapan agar sel-sel darah putih di tibuh saya mengenali dan melawannya.

Perawatan ini membuat kondisinya membaik.

Di tengah rasa sakit, saya merasa marah ke ibu saya karena ia sengaja tidak memberi saya vaksinasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan vaksinasi, tetanus seperti yang saya alami sebenarnya bisa dihindari.

Ibu, nenek dan bibi saya orang yang percaya mistis dan mereka bergaya hidup "hippies" yang percaya tubuh bisa sembuh sendiri secara alamiah.

Suntikan dan obaty
BBC

Indoktrinasi

Saya lahir dan tumbuh di Selandia Baru dan setiap kali pilek, akan disuruh untuk makan mentimun.

Umur tiga tahun saya sering mengalami kejang-kejang. Diagnosis dokter, saya menderita hipoglikemia di mana tubuh saya memproduksi terlalu banyak insulin.

Dokter memberi obat, tapi ibu tak pernah meminumkannya kepada saya.

Katanya, kalau saya memakan obat itu, tubuh saya bakal dipenuhi rambut dan dahi saya perlu dicukur setiap hari sebelum berangkat ke sekolah.

Kata ibu, perusahaan obat sengaja menyembunyikan informasi uji coba obat. Menurutnya, obat-obat diuji coba ke anjing, dan lima dari tujuh anjing yang diuji coba mati. Lalu mereka terus menguji ke manusia, demikian katanya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas