Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Spongebob Squarepants Dapat Sanksi dari KPI, Ini Deretan Kontroversi Lain di Negara Asalnya

KPI Berikan sanksi untuk kartun Spongebob Squarepants, ternyata film animasi ini juga bermasalah di negara asalnya, ini kontroversinya!

Spongebob Squarepants Dapat Sanksi dari KPI, Ini Deretan Kontroversi Lain di Negara Asalnya
AP
Gambar yang dirilis oleh Paramount Pictures dan Nickelodeon Movies ini menunjukkan karakter dalam cuplikan film "The Spongebob Movie: Sponge Out of Water." 

KPI Berikan sanksi untuk kartun Spongebob Squarepants, ternyata film animasi ini juga bermasalah di negara asalnya, ini kontroversinya!

TRIBUNNEWS.COM Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) kembali memberikan sanksi kepada 14 program siaran yang dianggap melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI Tahun 2012.

Satu dari keempatbelas program tersebut adalah tayangan animasi anak-anak Big Movie Familiy: The SpongeBob Squarepants Movie.

Melansir laman New York Times, serial animasi ini memulai debutnya pada tahun 1999 bersama dengan Nickelodeon.

Seri ini dibuat dan dikembangkan oleh Stephen Hillenburg, seorang animator yang sebelumnya bekerja sebagai pendidik ilmu kelautan.

Selang dua dekade kemudian, acara ini masih tayang dan menjadi favorit baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Keberhasilan ini membuat SpongeBob menjadi seri terpanjang Nickelodeon.

SpongeBob juga telah melahirkan video game, buku komik, dan dua film adaptasi.

Film pertama berjudul The SpongeBob SquarePants Movie yang diluncurkan pada tahun 2004, kemudian film kedua yang tayang pada tahun 2015 berjudul The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water.

 Spongebob Squarepants Kena Sanksi dari KPI Pusat karena Adanya Adengan Kekerasan dalam Filmnya

Kemudian film terakhir rencananya akan tayang pada tahun 2020 mendatang.

Meski mendulang kesuksesan, namun tayangan ini juga menuai kontroversi, baik di luar dan dalam negeri.

Dianggap Mendukung Kelompok Gay

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Asytari Fauziah
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas