Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Berita Viral

Rekam Dirinya Sambil Menangis, Wanita Ini Akui Disiram Minyak Panas dan Dilecehkan oleh Sang Majikan

Seorang pembantu rumah tangga yang bekerja untuk sebuah keluarga di Arab Saudi telah merilis sebuah video yang mengejutkan.

Rekam Dirinya Sambil Menangis, Wanita Ini Akui Disiram Minyak Panas dan Dilecehkan oleh Sang Majikan
tangkapan layar video di Metro.co.uk
Seorang wanita yang berprofesi sebagai pembantu rekam dirinya, menangis dan minta tolong, akui disiksa dan dilecehkan secara seksual oelh sang majikan. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pembantu rumah tangga yang bekerja untuk sebuah keluarga di Arab Saudi telah merilis sebuah video yang mengejutkan.

Dilansir dari Metro.co.uk, di mana dia berbicara tentang pelecehan yang dideritanya dan dilakukan oleh majikannya.

Wanita itu diam-diam merekam dirinya sendiri, dia menangis sambil berbicara tentang pelecehan seksual, disiram dengan minyak panas dan diikat.

Dia membuat permohonan untuk diizinkan pulang ke Bangladesh setelah diduga dikurung lebih dari dua minggu.
Sang Pembantu yang berusia 25 tahun ini berkata: "Aku mungkin tidak akan hidup lebih lama. Tolong selamatkan saya. Mereka mengurung saya selama 15 hari dan hampir tidak memberi saya makanan."
Seorang wanita yang berprofesi sebagai pembantu rekam dirinya
Seorang wanita yang berprofesi sebagai pembantu rekam dirinya, menangis dan minta tolong, akui disiksa dan dilecehkan secara seksual oelh sang majikan.
"Mereka membakar tangan saya dengan minyak panas dan mengikat saya. Mereka membawa saya dari satu rumah ke rumah lain. Di rumah pertama, mereka menyiksa saya dan memukul saya berulang kali dan kemudian membawa saya ke rumah lain di mana saya mengalami hal yang sama," ujarnya.

"Saya tidak berpikir saya akan hidup. Saya pikir saya akan mati. Mereka telah memukuli dan menyiksa saya. Tolong selamatkan saya, bawa saya pergi dari sini."

Saat ini menurut informasi dia masih tinggal di Jeddah dan teleponnya telah disita sebagai barang bukti video, menurut BRAC, sebuah LSM Bangladesh yang mencoba untuk membawanya pulang.

Keluarganya telah berusaha untuk mendapatkannya kembali tetapi sejauh ini gagal melakukannya.

Dia adalah satu dari 300.000 wanita yang telah melakukan perjalanan ke Jeddah sejak 1991.

Menurut kementerian yang berkaitan dengan kesejahteraan ekspatriat, pihak berwenang di negara asalnya memintanya untuk dipulangkan dan telah terjadi protes di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

Juru bicara pemerintah, Atiqur Rahman mengatakan akan ada tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan tenaga kerja nakal.

Namun, menteri luar negeri AK Abdul Momen mengatakan mereka tidak akan menghentikan perempuan dari pergi ke Arab Saudi untuk bekerja.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: garudea prabawati
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...

Berita Terkait :#Berita Viral

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas