Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tas Anti Copet Karya Mahasiswa ITB Berhasil Menangkan Penghargaan di Korea Selatan

Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Asytari Fauziah
zoom-in Tas Anti Copet Karya Mahasiswa ITB Berhasil Menangkan Penghargaan di Korea Selatan
Dok ITB
Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi.

Dalam rilis yang diterima Kompas.com, mereka melihat, kasus pencopetan lebih sering terjadi pada kondisi penumpang berdesak-desakan dibanding pencopetan secara paksa.

Untuk itu, tas ransel sebaiknya memiliki sistem pengunci resleting yang hanya bisa dibuka si pemilik ransel.

“Caranya dengan tap kartu atau gelang RFID,” ujar Marchio, mahasiswa Teknik Elektro 2015 ITB dalam rilis yang diterima Sabtu (14/12/2019).

 Kini Telah Tiada, Sosok Ayah Mulan Jameela Ternyata Prajurit Berjasa hingga Dapat Penghargaan

Marchio menambahkan, tas ini berbeda dengan tas anti copet yang beredar di pasaran.

Umumnya, tas di pasaran menggunakan pengaman, namun aksesibilitasnya buruk.

Untuk itu, sistem pengunci resleting yang mereka ciptakan didesain sedemikian rupa, sehingga Izzipack memiliki aksesibilitas yang baik.

Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi.
Dua mahasiswa ITB, Marchio Kevin Abdul Azis dan Intan Nur Amanah menciptakan tas anti copet berteknologi tinggi. (Dok ITB)
Rekomendasi Untuk Anda

Izzipack juga terintegrasi dengan aplikasi smartphone untuk memantau sisi baterai, mengaktifkan sistem alarm, dan melacak tas yang hilang atau dicuri dengan GPS tracker.

Selama penelitian, pihakya menemukan banyak kendala teknis.

Menurutnya, teknologi yang dibuat oleh timnya memang terbilang orisinil, sehingga harus sangat banyak trial and error ketika diimplementasikan.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas