Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Dimakzulkan, Pimpinan Senat Mitch McConnel Kritik Proses DPR

Satu hari seusai Presiden Doland Trump dimakzulkan oleh DPR karena penyalahgunaan kekuasaan dan obstruksi Kongres.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Donald Trump Dimakzulkan, Pimpinan Senat Mitch McConnel Kritik Proses DPR
Instagram @realdonaldtrump
Donald Trump Menjadi Presiden Ketiga yang Dimakzulkan dalam Sejarah Amerika Serikat. Ia Dimakzulkan DPR atas Tuduhan Penyalahgunaan Kekuasaan 

TRIBUNNEWS.COM -  Satu hari seusai Presiden Donald Trump dimakzulkan oleh DPR Amerika Serikat karena penyalahgunaan kekuasaan dan obstruksi Kongres, beragam pertanyaan lanjutan muncul terkait waktu dan ruang lingkup sidang Senat.

Sidang Senat tersebut menantikan mengenai sikap Donald Trump terhadap Ukraina.

Dilansir dari portal berita washingtonpost.com, para pemimpin DPR Amerika Serikat menyarankan adanya kemungkinan penundaan Sidang Senat.

Penundaan tersebut diharapkan sampai pihaknya bisa mendapatkan jaminan pengadilan berjalan adil di Senat.

Pemimpin Senat Mayoritas, Mitch McConnel (R-ky) mengungkapkan dalam sebuah pidato dengan tegas mengkritik proses DPR.

Menurutnya, DPR terburu-buru dan tidak adil.

Ia kemudian menyarankan agar Ketua DPR, Nancy Pelosi (D-Calif) terlalu khawatir untuk mengirimkan hasil kinerja yang buruk.

Rekomendasi Untuk Anda

Donald Trump merupakan presiden ketiga dalam sejarah Amerika Serikat yang dimakzulkan.

Trump memberikan pujian kepada Persatuan Republik, Kamis (19/12/2019), yang menentang langkah pemakzulan tersebut.

"Itulah yang dibicarakan orang," klaim Donald Trump.

Fakta-fakta Pemakzulan Donald Trump

1. Pemakzulan Donald Trump oleh DPR menciptakan tanda tak terhapuskan pada sejarah kepemimpinannya.

2. Seusai dimakzulkan, Donald Trump menghadiri unjuk rasa dan mendengarkan dan turut bersorak, tidak peduli dengan apa yang terjadi.

3. Di sisi lain, meskipun pemakzulan Donald Trump masuk dalam sejarah, pemakzulan tersebut hanyalah cara untuk memperebutkan kursi kepresidenan.

Donald Trump

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas