Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

5 Info Terbaru Konflik Iran Vs Amerika, Presiden Donald Trump Mendadak Ajak Iran Berdamai

Iran pun membalas dendam dengan meluncurkan belasan rudal ke markas militer Amerika di Irak.

5 Info Terbaru Konflik Iran Vs Amerika, Presiden Donald Trump Mendadak Ajak Iran Berdamai
Nicholas Kamm/AFP/Getty Images
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Ketegangan terjadi antara Amerika dan Iran dalam sepekan terakhir, disulut tewas terbunuhnya tokoh militer ‘terkuat’ Iran, Qassem Soleimani atas perintah Presiden Trump.
Iran pun membalas dendam dengan meluncurkan belasan rudal ke markas militer Amerika di Irak.

Bagaimana semua ini bermula? Apa kata Presiden Trump terkait pembalasan dendam Iran?

Berikut 5 hal yang patut Anda ketahui terkait konflik AS-Iran.

Trump:  “Tak ada korban jiwa”

Presiden AS Donald Trump, dalam konferensi persnya, Rabu (08/01) di Gedung Putih menegaskan “tidak ada satu pun orang Amerika” yang menjadi korban serangan rudal Iran, Rabu (08/01) pagi waktu Irak.

“Semua tentara kita aman. Hanya kerusakan kecil di markas militer kita,” ungkap Presiden Trump.
Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak. (https://urgente24.com/)
Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak. (https://urgente24.com/) ()

Stasiun televisi pemerintah Iran menyebut 15 rudal balistik disasarkan Iran ke pangkalan udara Al-Asad dan sebuah fasilitas militer di Erbil, Irak.

Keduanya adalah markas militer Amerika di Irak.

Tidak ada pula warga Irak yang menjadi korban, “karena sistem peringatan dini yang kita miliki bekerja dengan sangat baik,” kata Trump.
Lebih jauh lagi, Presiden Trump mengklaim Iran telah “mengendurkan kekuatan militernya”.

Meskipun sebelumnya menyatakan siap berperang.

Ia pun memberikan sinyal ajakan damai. “Amerika Serikat siap berdamai dengan siapapun yang berupaya mencari kedamaian.”

Balas dendam di Rabu subuh 

Rabu (08/01) pagi waktu Irak, Iran membalaskan dendam atas kematian komandan militer terkuatnya yang tewas dibunuh atas perintah Presiden Trump.

Rudal balistik ditembakkan ke markas militer Amerika di Irak.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei di hadapan warga Iran yang meneriakkan “Amerika harus mati”, menyebut balasan Iran itu sebagai “tamparan” bagi Amerika dan desakan agar tentara Amerika angkat kaki dari Timur Tengah.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: VOA
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas