Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

Rudal Iran Bikin 50 Tentara AS Cedera Otak

Setidaknya ada 50 personel militer AS didiagnosis menderita gegar otak dan cedera otak traumatis akibat serangan rudal tersebut.

Rudal Iran Bikin 50 Tentara AS Cedera Otak
Twitter @ABC
Iran disebut telah meluncurkan beberapa rudal di fasilitas militer Amerika Serikat di Irak pada Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON -  Serangan rudal Iran terhadap dua markas militer Amerika Serikat (AS) di Irak pada Rabu (8/1/2020) lalu ternyata membawa dampak bagi prajurit Negara Paman Sam itu.

Setidaknya ada 50 personel militer AS didiagnosis menderita gegar otak dan cedera otak traumatis akibat serangan rudal tersebut.

Pentagon (Kementerian Pertahanan AS), Selasa (28/1/2020), mengeluarkan pernyataan terbaru mengenai kondisi tersebut. Jumlah itu meningkat 16 orang dari angka yang dirilis Pentagon pada akhir pekan lalu.

"Sampai hari ini, 50 anggota militer AS telah didiagnosis menderita TBI (cedera otak traumatis)," ujar Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Thomas Campbell.

Menurutnya, dari 50 itu sebanyak 31 dirawat di Irak dan dapat kembali bertugas.

"Sebanyak 18 anggota telah dibawa ke Jerman untuk evaluasi dan perawatan lebih lanjut. Ini ada tambahan satu orang dari laporan sebelumnya. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, satu anggota telah dibawa ke Kuwait dan telah kembali bertugas, " kata Campbell.

Beberapa pejabat Pentagon mengatakan kasus yang didiagnosis kemungkinan akan terus berubah.

Sekira 200 orang yang berada di zona ledakan pada saat serangan telah diskrining terkait gejala cedera otak traumatis.

Meskipun cedera otak traumatis tidak selalu segera tampak wujudnya, personel militer yang terkena menunjukkan dampaknya lebih serius daripada penilaian awal.

Publikasi yang dikeluarkan pada Selasa tersebut merupakan ketiga kalinya Pentagon memperbarui jumlah korban.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Febby Mahendra
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas