Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Harga Minyak Anjlok Lagi Bikin Panik Pasar, RI Terancam Defisit Rp 12,2 Triliun

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi 19,33 dolar AS per barel, terendah sejak Februari 2002.

Harga Minyak Anjlok Lagi Bikin Panik Pasar, RI Terancam Defisit Rp 12,2 Triliun
REUTERS
Harga minyak mentah berpeluang jatuh lagi setelah Iran menggenjot produksinya. 

TRIBUNNEWS.COM, NEWS YORK - Harga minyak berjangka Brent anjlok lagi pada akhir perdagangan Selasa (21/4/2020) waktu setempat atau Rabu pagi WIB, memperpanjang kepanikan pasar minyak ke hari kedua, menyusul meningkatnya banjir pasokan minyak mentah global.

Pandemi Covid-19 telah melenyapkan permintaan bahan bakar minuak.

Senin (20/4/2020) dan Selasa (21/4/2020) adalah dua hari yang paling bergejolak dalam sejarah perdagangan minyak, ketika para investor menghadapi kenyataan pasokan di seluruh dunia akan membanjiri permintaan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Pemotongan produksi saat ini untuk mengimbanginya jauh dari cukup.

Setelah perdagangan Senin, ketika kontrak AS untuk Mei jatuh ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah, pada Selasa muncul tonggak baru ketika lebih dari dua juta kontrak minyak mentah AS untuk pengiriman Juni berpindah tangan.

Baca: Kejahatan Merajalela, Yasonna Laoly Minta Napi Asimilasi Tak Disalahkan, Hotman Paris: Aduh Pusing!

Inilah hari tersibuk dalam sejarah, menurut operator bursa CME Group.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni ditutup anjlok 24 persen menjadi 19,33 dolar AS per barel, terendah sejak Februari 2002.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni, terperosok 8,86 dolar AS atau 43 persen, menjadi menetap di 11,57 dolar AS per barel.

Kontrak AS untuk Mei, yang berakhir pada Selasa (21/4/2020), pulih dari kejatuhan yang dalam ke wilayah negatif, naik menjadi 10,01 dolar AS dari hari sebelumnya yaitu minus 37,63 dolar AS.

Persediaan minyak telah meningkat selama berminggu-minggu setelah Arab Saudi dan Rusia pada awal Maret gagal mencapai kesepakatan tentang perpanjangan pengurangan produksi ketika pandemi virus corona semakin memburuk.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas