Tribun

Rusuh di Amerika Serikat

Kepala Kepolisian Houston Minta Presiden AS Donald Trump Tutup Mulut

Sebelumnya Trump menyebut kepala daerah "lemah" karena tak mampu mengendalikan demo yang makin meluas. KOmen itu bikin gerah Kepala Polisi Houston

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
zoom-in Kepala Kepolisian Houston Minta Presiden AS Donald Trump Tutup Mulut
Mandel NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian tentang virus corona baru, COVID-19, di Taman Mawar Gedung Putih pada 15 April 2020, di Washington, DC. 

TRIBUNNEWS.COM, HOUSTON - Komentar-komentar Presiden AS Donald Trump terkait aksi massa yang menuntut keadilan bagi kematian George Floyd, dinilai destruktif oleh banyak kalangan.

Satu di antara yang gerah akan komentar Trump adalah Kepala Polisi Houston, Art Acevedo.

Dia bahkan meminta  sang presiden untuk menutup mulut.

Ujaran Art Acevedo itu adalah buntut komentar sang presiden kepada gubernur negara bagian saat demo George Floyd.

Kegusaran Acevedo muncul setelah muncul kabar presiden mendesak para gubernur untuk lebih keras kepada para demonstran dalam aksi yang berujung rusuh.

Demonstrasi yang meluas hingga puluhan kota di AS sejak Kamis (28/5/2020) dipicu kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam di Minneapolis, Minnesota. 

Baca: Diungsikan ke Bunker Saat Demonstran Dekati Gedung Putih, Donald Trump Diejek Bunker Boy Pengecut

Baca: Seperti Apa Kondisi Penjara Level Maksimum Tempat Baru Polisi Penindih Leher George Floyd?

Pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan polisi, di mana terdapat berbagai laporan ada yang membakar bangunan maupun menjarah toko.

Saat diwawancarai presenter CNN Christiane Amanpour, kepala polisi Acevedo memberikan komentar yang cukup menohok kepada Trump.

"Atas nama kepala polisi di seluruh negeri: Tolong, jika Anda tak punya hal konstruktif untuk dikatakan, tutup mulut Anda," hardiknya.

Dalam konferensi video dengan para gubernur Senin (1/6/2020), Trump menyebut kepala daerah "lemah" karena tak mampu mengendalikan demo yang makin meluas.

Diwartakan Hindustan Times Selasa (2/6/2020), dia mendesak gubernur agar mengerahkan Garda Nasional sebagai bentuk "dominasi" atas pendemo.

Sang presiden kemudian memuji Garda Nasional di Minneapolis, di mana dia menyebut pasukan keamanan itu "memotong demonstran seperti mentega".

Baca: Kronologi Pecahnya Kerusuhan di Minneapolis Sebelum Menjalar Seantero AS: Massa Juga Menjarah Toko

Presiden dari Partai Republik itu kemudian meminta gubernur negara bagian untuk menerapkan taktik lebih brutal guna meredam unjuk rasa. (Ardi Priyatno Utomo/Kompas,com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kepala Polisi Houston kepada Trump: Tolong, Tutup Mulut Anda"

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas