Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

Hasil Autopsi George Floyd Positif Terpapar Virus Corona, Masuk Kategori OTG

Hasil autopsi dari George Floyd menujukan dirinya terpapar virus corona dan menjadi carrier.

Hasil Autopsi George Floyd Positif Terpapar Virus Corona, Masuk Kategori OTG
Ben Crump Law/NY Post
George Floyd- Hasil autopsi dari George Floyd menujukan dirinya terpapar virus corona dan menjadi carrier. 

TRIBUNNEWS.COM - Menurut laporan autopsi, George Floyd, pria kulit hitam Amerika yang meninggal karena menjadi korban rasisme di Amerika positif terpapar virus corona.

George Floyd meninggal dunia setelah lehernya ditindih oleh petugas polisi di Minneapolis selama hampir sembilan menit.

Dikutip dari SCMP, Kantor Pemeriksa Medis Hennepin County di Minneapolis juga merilis cedera akibat benda tumpul di wajah, bahu, tangan, lengan, dan kaki Mr Floyd, serta memar di pergelangan tangannya karena borgol.

Kematian Floyd pada 25 Mei memicu protes luas terhadap kekerasan polisi dan diskriminasi rasial terhadap orang kulit hitam di Amerika Serikat.

Sekitar 4.000 pengunjuk rasa mengikuti aksi demo menentang kematian George Floyd dalam protes bertajuk Black Lives Matter di Auckland, Selandia Baru, Senin (1/6/2020). Kematian George Floyd setelah lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis, AS, turut menimbulkan reaksi keras dari banyak orang di berbagai negara.
Sekitar 4.000 pengunjuk rasa mengikuti aksi demo menentang kematian George Floyd dalam protes bertajuk Black Lives Matter di Auckland, Selandia Baru, Senin (1/6/2020). Kematian George Floyd setelah lehernya ditindih lutut polisi berkulit putih di Minneapolis, AS, turut menimbulkan reaksi keras dari banyak orang di berbagai negara. (AFP/MICHAEL BRADLEY)

Baca: Ancaman Hukum 40 Tahun Penjara untuk 4 Polisi Pembunuh George Floyd

Laporan autopsi, yang dirilis dengan izin keluarga Floyd, mengatakan bahwa usap hidung pascamortem mengkonfirmasi ia positif virus corona.

Dari laporan tersebut diketahui Georga telah terinfeksi sejak 3 April lalu.

Namun, seseorang masih dapat teruji positif berminggu-minggu setelah pertama kali tertular virus corona.

Hasil tes postmortem Floyd masuk dalam karakteristik orang tanpa gejala (OTG).

Aksi unjuk rasa besar-besaran di Amerika adalah buntut dari viralnya video saat Floyd meninggal dunia.

Dalam rekaman video penangkapan Floyd, dia terdengar berulang kali mengatakan "Aku tidak bisa bernapas" ketika petugas polisi Derek Chauvin menekan lutut di lehernya.

Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin.
Dari kiri, Derek Chauvin, J Alexander Kueng, Thomas Lane, dan Tou Thao. Chauvin didakwa melakukan pembunuhan tingkat dua atas George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah ditahan olehnya dan petugas kepolisian Minneapolis lainnya pada 25 Mei. Ada pun Kueng, Lane, dan Thao dituduh membantu dan bersekongkol dengan Chauvin. (AP/Hennepin County Sheriffs Office via Kompas.com)

Baca: Polisi Dorong Pria Lansia Kulit Putih Pendukung George Floyd, Jatuh hingga Kepala Terbentur Trotoar

Halaman
123
Penulis: Inza Maliana
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas