Tribun

Rusuh di Amerika Serikat

Buntut Kasus Kematian George Floyd, Kepolisian Minneapolis Akan Dibubarkan

Kasus kematian warga kulit hitam George Floyd berdampak luas. Kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat (AS) akan dibubarkan dan dibentuk baru.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Buntut Kasus Kematian George Floyd, Kepolisian Minneapolis Akan Dibubarkan
Eric BARADAT / AFP
Demonstran menghadapi polisi dinas rahasia dan petugas kepolisian Taman di luar Gedung Putih pada 30 Mei 2020 di Washington DC, selama protes atas kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON-- Kasus kematian warga kulit hitam George Floyd berdampak luas. Kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat (AS) akan dibubarkan dan dibentuk baru.

Demikian disampaikan Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, pada Minggu (7/6/2020) waktu setempat.

Keputusan ini diambil setelah kasus kematian warga kulit hitam George Floyd dalam tahanan yang memicu gelombang protes di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS) terkait rasisme dalam penegakan hukum.

"Kami berkomitmen untuk membubarkan dan untuk membentuk kembali dengan masyarakat kita, sebuah model baru untuk keselamatan publik yang benar-benar menjaga masyarakat kita aman," ujar Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender mengatakan kepada CNN.

Hal senada juga disampaikan anggota Dewan Alondra Cano melalui kicauannya di Twitter, seperti dilansir AFP, Senin (8/6/2020).

Baca: Pasca Kematian George Floyd, Dewan Kota Minneapolis Bersumpah Bubarkan Departemen Kepolisian

Baca: Mantan Wapres Joe Biden akan Temui Keluarga George Floyd, Tolak Dikawal agar Tak Ganggu Pemakaman

Sebuah gerai yang dirusak dan dijarah terlihat usai terjadi aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Lower Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Johannes Eisele
Sebuah gerai yang dirusak dan dijarah terlihat usai terjadi aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Lower Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. AFP/Johannes Eisele (AFP/Johannes Eisele)

Dia menjelaskan, Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya memperbaiki sistem kepolisian.

Seorang anggota Polisi kulit putih di Minneapolis didakwa kasus pembunuhan pada 25 Mei, atas kematian George Floyd.

Anggota Polisi itu ditangkap dan didakwa setelah videonya viral. Dalam video tersebut, lutut anggota polisi itu menekan leher Floyd selama hampir sembilan menit.

Floyd terlihat sempat mengatakan ia tidak bisa bernafas.

Kasus kematian Floyd telah memicu dua minggu aksi demonstrasi damai di seluruh negeri melawan rasisme dalam penegakan hukum AS.

Protes terhadap ketidaksetaraan rasial marak terjadi setelah kematian di Minneapolis.

Bender mengatakan kepada CNN, pihaknya ingin mengalihkan anggaran kepolisian untuk arah strategi berbasis masyarakat.

Kata dia, Dewan Kota akan mulai mendiskusikan bagaimana mengganti Kepolisian saat ini.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas