Tribun

Virus Corona

Peneliti di Italia Ungkap Radiasi Matahari Dapat Membunuh Virus Corona

Ilmuwan Italia mengembangkan model untuk menunjukkan bagaimana radiasi matahari dapat membunuh virus corona.

Penulis: Inza Maliana
Editor: Malvyandie Haryadi
Peneliti di Italia Ungkap Radiasi Matahari Dapat Membunuh Virus Corona
solarseven/Dreamstime.com
Ilustrasi Gerhana Matahari. 

Tetapi penelitian itu menunjukkan epidemi berkembang secara efisien di daerah-daerah di mana paparan inaktivasi virus UVA dan UVB lebih lama dari 20 menit.

Oleh karena itu, mereka menambahkan bahwa itu adalah sesuatu yang harus dipertimbangkan oleh pembuat kebijakan di seluruh dunia.

Termasuk, adanya tanda-tanda yang muncul bahwa tingkat infeksi di wilayah selatan telah meningkat karena tingkat paparan UV menurun karena perubahan musim.

Baca: Studi Ilmuwan Ungkap Penelitian Baru Soal Virus Corona yang Bisa Dibawa Angin Sampai Sejauh 6 Meter

Profesor Cina tidak yakin atas temuan Ilmuan Italia

Profesor Li Ying, seorang astronom di Purple Mountain Observatory di kota Nanjing, Cina timur, mengatakan para ilmuwan menghadapi banyak tantangan dalam membangun hubungan yang kuat antara radiasi matahari dan penyebaran Covid-19.

Banyak elemen cuaca, seperti tetesan air di awan yang menyerap atau membelokkan sinar matahari, dapat memengaruhi pemodelan, katanya

Artinya, tingkat radiasi UV bisa tetap rendah bahkan jika matahari berada tepat di atas suatu wilayah.

"Penyebaran virus dipengaruhi oleh begitu banyak kekuatan," katanya.

"Aku khawatir sinyal UV, jika itu benar-benar ada, akan tenggelam dalam kebisingan," tambah Li.

Beberapa peneliti telah menyarankan perubahan aktivitas matahari dalam beberapa bulan terakhir telah mengurangi jumlah radiasi yang menghantam Bumi, yang mungkin telah berkontribusi pada munculnya dan penyebaran virus.

Tetapi Li mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung spekulasi semacam itu dan bahwa ada tanda-tanda lingkaran matahari baru akan segera dimulai, jika belum.

"Kami berharap aktivitas matahari akan mencapai titik tertinggi dalam dua atau tiga tahun," katanya.

(Tribunnews.com/Maliana)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas