Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ilmuwan Peringatkan Adanya Kemungkinan Gelombang Kerusakan Otak Terkait Covid-19

Ilmuwan Peringatkan Adanya Kemungkinan Gelombang Kerusakan Otak Terkait Covid-19, Bukti Baru Sebut Covid-19 Sebabkan Komplikasi Neurologis Parah

Ilmuwan Peringatkan Adanya Kemungkinan Gelombang Kerusakan Otak Terkait Covid-19
CNN, University College London
Ilmuwan Sebut Pandemi Covid-19 Dapat Sebabkan Kerusakan Gelombang Otak 

"Jika dalam waktu setahun kita memiliki 10 juta orang yang pulih, dan orang-orang itu memiliki defisit kognitif, maka itu akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari, " tambahnya.

Lebih jauh, dalam studi UCL, yang diterbitkan dalam jurnal Brain, sembilan pasien yang mengalami peradangan otak didiagnosis dengan kondisi langka yang disebut akut.

Kondisi ini disebarluaskan ensefalomielitis (ADEM) yang lebih sering terlihat pada anak-anak dan dapat dipicu oleh infeksi virus.

Baca: Soal Rekor Penambahan Covid-19 Jakarta, Ketua FAKTA: Pemprov Jangan Hanya Salahkan Warga

Tim mengatakan, biasanya akan melihat sekitar satu pasien dewasa dengan ADEM per bulan di klinik spesialis mereka di London.

Namun, jumlah pasien dilaporkan telah meningkat.

"Mengingat penyakit ini baru ada selama beberapa bulan, kita mungkin belum tahu apa yang bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang," kata Ross Paterson, yang turut memimpin penelitian ini.

"Dokter perlu mewaspadai kemungkinan efek neurologis, karena diagnosis dini dapat meningkatkan hasil pasien," terangnya.

Owen menggarisbawahi perlunya penelitian besar dan terperinci dan pengumpulan data global untuk menilai seberapa umum komplikasi neurologis dan psikiatrik tersebut.

Baca: Angka Kasus Covid-19 Melonjak Hingga 2.500 Kasus Perhari, Begini Respon Jokowi

Untuk diketahui, Owen menjalankan proyek penelitian internasional di covidbrainstudy.com.

Pasien dapat mendaftar untuk menyelesaikan serangkaian tes kognitif untuk melihat apakah fungsi otak mereka telah berubah sejak terinfeksi Covid-19.

"Penyakit ini memengaruhi banyak orang," kata Owen.

"Itu sebabnya sangat penting untuk mengumpulkan informasi ini sekarang," tegasnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas