Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

91 Pelajar SMA di Kota Matsui Jepang Terinfeksi Covid-19, Kepala Sekolah Meminta Maaf

Pemerintah kota meminta Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang untuk mengirimkan kelompok penanggulangan cluster.

91 Pelajar SMA di Kota Matsui Jepang Terinfeksi Covid-19, Kepala Sekolah Meminta Maaf
Foto Mainichi
Kepala Sekolah Naoki Kitamura (kanan) dari SMA Risshodai Shonan minta maaf di Matsue-shi Perfektur Shimane, Selasa (11/8/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sebanyak 91 pelajar SMA di Kota Matsui Perfektur Shimane terinfeksi Covid-19. Sang kepala sekolah, Naoki Kitamura meminta maaf kepada masyarakat, Selasa (11/8/2020) pagi.

"Kami meminta maaf atas kejadian infeksi ini dan kami mengakui tidak cukup baik antisipasi terhadap Covid-19 sehingga berakibat begini. Maaf yang sedalam-sedalamnya," ungkap Naoki Kitamura, kepala sekolah SMA Risshodai Shonan sambil membungkuk meminta maaf.

Kota Matsue mengumumkan pada 10 Agustus kemarin bahwa mereka telah mengonfirmasi infeksi tiga individu baru terkait dengan kelompok virus corona baru (sekelompok orang yang terinfeksi) yang telah terjadi di klub sepakbola swasta sekolah menengah atas tersebut.

Jumlah infeksi di sekolah itu 91 orang. Pemerintah kota meminta Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang untuk mengirimkan kelompok penanggulangan cluster.

Kepala Sekolah Naoki Kitamura (kanan) dari SMA Risshodai Shonan minta maaf di Matsue-shi Perfektur Shimane, Selasa (11/8/2020).
Kepala Sekolah Naoki Kitamura (kanan) dari SMA Risshodai Shonan minta maaf di Matsue-shi Perfektur Shimane, Selasa (11/8/2020). (Foto Mainichi)

Sebanyak 3 orang yang baru ditemukan adalah seorang siswa laki-laki dari klub sepakbola yang tinggal di asrama, seorang siswa laki-laki dari klub bisbol yang bersekolah dari rumah, dan seorang anggota klub sepakbola yang bersekolah dari rumah.

Kepala Sekolah Naoki Kitamura mengadakan konferensi pers di balai kota pada pagi hari ini.

"Sekali lagi saya ingin meminta maaf yang dalam karena itu menyebabkan banyak kekhawatiran dan gangguan," ujar dia.

Menurut sekolah, 122 dari 138 anggota klub sepakbola, tinggal di asrama.

Baca: Menilik Sejarah Masjid Kobe, Tertua di Jepang dan Selamat dari Perang Dunia II

Asrama tersebut memiliki satu kamar untuk dua orang, dan ruang makan serta kamar mandi digunakan bersama.

Seorang anak laki-laki dengan infeksi pertama yang dikonfirmasi mengalami demam di tingkat 38 derajat pada malam tanggal 5 Agustus, dan berkembang menjadi total 19 orang pada tanggal 6 Agustus.

Kota Matsue melakukan tes PCR pada semua siswa dan anggota pengajar dan hasil dari 196 siswa dan 38 anggota pengajar, ditemukan pada tanggal 10 Agustus, sebanyak 91 siswa terinfeksi dan 5 staf juga terinfeksi.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas