Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerugian Bank Pos Jepang Ternyata Membangkak Hingga 60 Juta Yen Akibat Dicuri Lewat Internet

Yucho Bank telah mengidentifikasi sekitar 5,5 juta akun yang telah terdaftar dan ternyata ketahuan kerugian akibat kebobolan lewat internet

Kerugian Bank Pos Jepang Ternyata Membangkak Hingga 60 Juta Yen Akibat Dicuri Lewat Internet
Richard Susilo
Kartu debit Mijica dari Bank Pos Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kerugian bank pos Jepang yang kemarin (23/9/2020) diungkapkan hanya 3,3 juta yen, Kamis ini ternyata ketahuan membengkak kerugian sampai 60 juta yen akibat pembobolan lewat internet dengan 380 kasus.

"Yucho Bank telah mengidentifikasi sekitar 5,5 juta akun yang telah terdaftar dan ternyata ketahuan kerugian akibat kebobolan lewat internet (pencurian) mencapai sekitar 60 juta yen," papar sumber Tribunnews.com Kamis ini (24/9/2020).

Selain memposting iklan yang meminta konfirmasi transaksi dari semua pemegang akun bank pos Jepang, pihak bank juga mengirimkan email ke sekitar 5,5 juta akun yang terdaftar.

Didapati sekitar 600 akun yang dianggap membutuhkan perhatian lebih dari transaksi layanan transfer langsung, dan langsung menghubungi secara individu dan konfirmasi transaksi.

Selain itu, pengenalan otentikasi dua faktor telah diselesaikan untuk semua pemegang akun.

Baca: Bank Pos Jepang Dibobol Pencuri, Kerugian 3.322.000 Yen

Pendaftaran akun baru / perubahan akun dan layanan transfer (biaya) lewat internet telah dihentikan sementara ini.

Kebijakan bank adalah menyelesaikan ganti rugi sekitar 380 kasus yang saat ini diketahui hingga akhir Oktober 2020 mendatang.

Pembobolan akun bank pos itu dari aplikasi Docomo maupun penggunakan kartu pra bayar Mijica terbitan bank pos.

Akun yang kebobolan tercuri, akan diganti kerugiannya semua oleh Bank Pos yang mayoritas dimiliki sahamnya oleh pemerintah Jepang.

Selanjutnya, verifikasi identitas pada saat membuka akun menjadi lebih ketat. Dokumen verifikasi identitas dengan foto wajah, SIM, kartu nomor saya (MyNumber Card), dan sebagainya sangat diperlukan.

Untuk memperkuat tindakan terhadap masalah penggunaan yang curang ini, satuan tugas dibentuk di bawah komando langsung presiden perusahaan.

Untuk layanan pembayaran non-tunai seperti layanan transfer instan, Yucho Pay, dan kartu debit / prabayar mijica, pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan pada akhir Oktober untuk memastikan ketahanan keamanan dan memantau status pengguna.

Sementara itu baru saja terbit Buku "Rahasia Ninja di Jepang", pertama di dunia cerita non-fiksi kehidupan Ninja di Jepang dalam bahasa Indonesia, silakan tanyakan ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas