Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pemilu Amerika Serikat 2020

Begini Cara Amerika Serikat Bantu Warga Disabilitas Ikut Pemilu Presiden

Bahkan termasuk membantu mereka menandai kertas pemungutan suara ketika diperlukan.

Begini Cara Amerika Serikat Bantu Warga Disabilitas Ikut Pemilu Presiden
BBC
Joe Biden-Donald Trump, Pemilu AS 2020 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) membantu warga penyandang disabilitas mengikuti pemilihan umum (Pemilu) yakni dengan Undang-undang Disabilitas Amerika (Americans with Disabilities Act/ ADA) tahun 1990 yang monumental.

Dengan undang-undang ini tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Amerika mengakomodasi pemilih penyandang disabilitas ketika masyarakat Amerika memilih anggota DPR mereka.

“Diperkirakan lebih dari 38,3 juta orang Amerika penyandang disabilitas, kira-kira seperenam pemilih, berhak memberikan suara dalam pemilihan umum 2020,” tulis jubir Kedubes AS, Mike Quinland kepada Tribunnews.com, Selasa (27/10/2020)

Menurutnya siapa pun yang menjalankan proses pemilihan umum memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa tempat pemilihan dapat diakses pemilih yang menyandang disabilitas.

Baca juga: Pemilu AS 2020: Meski Virus Corona Membayangi, Trump-Biden Masuki Pekan Terakhir Kampanye

ADA membuka jalan bagi undang-undang Bantu Amerika Memilih pada tahun 2002.

Undang-undang mengharuskan setiap wilayah yang menjalankan pemilu menyediakan setidaknya satu mesin pemilu yang dapat dioperasikan secara mandiri dan pribadi oleh pemilih tunanetra dan dengan hambatan visual.

Mesin ini juga harus diletakkan pada posisi yang sesuai.

Berdasarkan Undang-undang Hak Memilih tahun 1965 yang bersejarah, diharuskan ada staf untuk mengantar pemilih penyandang disabilitas ke mesin itu dan membantu mereka menggunakannya jika mereka meminta bantuan.

“Demografis yang berkembang ini mencakup pemilih yang luas, termasuk mereka yang memiliki gangguan mobilitas, penglihatan, komunikatif, fisik, atau kognitif,” ujar Mike.

Sebelum undang-undang tahun 2002 itu, ADA sudah mengharuskan petugas pemilihan umum untuk memberikan petunjuk kepada pemilih yang menderita hambatan pendengaran.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas