Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PM Yoshihide Suga: Jepang Tetapkan Netral Karbon pada 2050

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menegaskan, Negeri Sakura akan menjadi negara netral karbon pada 2050 mendatang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PM Yoshihide Suga: Jepang Tetapkan Netral Karbon pada 2050
Foto Jiji
PM Jepang Yoshihide Suga di pesawat kenegaraan dari Badan Beladiri Jepang (SDF) membawa rangkaian bunga meninggalkan Vietnam menuju Indonesia, Selasa (20/10/2020) dijadwalkan tiba jam 14.00 WIB. 

Tetapi , Suga menjelaskan akan mempromosikan energi terbarukan dan memprioritaskan keselamatan karena mereka mencari peran yang lebih besar untuk nuklir.

Dia juga menerangkan, akan mempercepat penelitian dan pengembangan pada teknologi utama, seperti baterai surya generasi berikutnya dan daur ulang karbon,

"Secara mendasar mengubah ketergantungan jangka panjang Jepang pada energi berbahan bakar batu bara," janjinya.

Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Sempatkan Olahraga Pagi Saat Kunjungannya di Vietnam

Baca juga: Dukungan untuk PM Jepang Yoshihide Suga Turun 6 Persen

Jepang Merupakan Penghasil Emisi Karbon Terbesar di Dunia

Untuk dicatat, Jepang masuk dalam daftar penghasil emisi karbon dioksida terbesar kelima di dunia.

Negeri Samurai ini telah berjuang mengurangi emisi sejak krisis Fukushima  2011, yang memaksa penutupan lusinan reaktor nuklir dan hanya sejumlah kecil yang sudah dimulai kembali sejak itu.

Secara terpisah, menanggapi rencana besar Tokyo ini, Greenpeace Jepang menyambut baik komitmen Suga terhadap netralitas karbon.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi, Greenpeace mengatakan, untuk mewujudkannya seharusnya tak ada peran tenaga nuklir.

"Hampir 10 tahuns etelah Fukushima, kami masih menghadapi konsekuensi bencana dari tenga nuklir," kata Direktur Ekskutif Greenpeace Sam Annesley dalam pernyataan.

Baca juga: Penggunaan BBM Oktan Tinggi Dinilai Bisa Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

"Warisan radioaktif ini menjelaskan bahwa energi nuklir tidak memiliki tempat untuk masa depan yang hijau dan berkelanjutan" tambahnya.

Jika ini mencapai nol bersih pada 2050, Annesley menambahkan, Jepang harus secara besar-besaran meningkatkan kapasitas energi terbarukan, dengan target 50 persen listrik terbarukan pada 2030.

"Apa pun yang kurang dari 50 persen,  Jepang berisiko gagal mencapai nol bersih," tegasnya.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas