Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Joe Biden Siap-siap Masuk Gedung Putih, Donald Trump Sibuk dengan Gugatan Hukumnya

Presiden terpilih Joe Biden kini tengah mempersiapkan diri memasuki Gedung Putih. Sementara itu, Donald Trump sibuk mengejar tuntutan hukumnya

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Garudea Prabawati
zoom-in Joe Biden Siap-siap Masuk Gedung Putih, Donald Trump Sibuk dengan Gugatan Hukumnya
Instagram @joebiden @realdonaldtrump
Joe Biden Bersiap Masuk Gedung Putih, Donald Trump Sibuk dengan Gugatan Hukumnya 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden terpilih Joe Biden merencanakan pertemuan pada hari Rabu (11/11/2020) waktu setempat untuk membicarakan dasar pemerintahan barunya.

Sementara itu, dilansir Reuters, Presiden Donald Trump masih sibuk mengejar tuntutan hukum yang menentang hasil pemilu dalam upaya untuk mempertahankan kekuasaannya.

Tuduhan Trump yang minim bukti sejauh ini tidak mendapatkan banyak sorotan.

Kampanye Trump mengatakan pada hari Selasa (10/11/2020) bahwa mereka berencana untuk mengajukan gugatan di Michigan untuk menghentikan negara bagian itu dari mengesahkan hasil pemilihan.

Sehari sebelumnya, mereka melakukan tindakan serupa di negara bagian medan pertempuran Pennsylvania.

Para hakim sejauh ini melempar-lempar tuntutan hukum di Michigan dan Georgia yang dibawa oleh kampanye Trump.

Baca juga: 26 Crazy Rich di Balik Presiden AS Terpilih Joe Biden, Steven Spielberg hingga Istri Pendiri Apple

Baca juga: Menlu AS Mike Pompeo Tolak Akui Kemenangan Joe Biden sebagai Presiden Terpilih

Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya.
Ekspresi lesu Presiden AS Donald Trump saat mengepalkan tinjunya setelah berbicara pada malam pemilihan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, 4 November 2020. Orang dalam Gedung Putih mengungkapkan, di balik ngototnya Trump menolak hasil Pilpres AS, Trump dilanda ketakutan akan dipenjara bila ia tidak jadi presiden karena begitu banyaknya tuntutan hukum terhadapnya. (MANDEL NGAN / AFP)

Para ahli hukum mengatakan bahwa litigasi tersebut memiliki sedikit peluang untuk mengubah hasil pemilu 3 November.

BERITA REKOMENDASI

Trump juga mengalami kemunduran lain.

Partai Demokrat mengatakan seorang pekerja pos yang sebelumnya mengaku menyaksikan perusakan surat suara di Pennsylvania, telah menarik kembali tuduhannya.

Sekitar 80% orang Amerika, termasuk setengah dari Partai Republik, mengatakan Biden adalah pemenang yang sah, menurut jajak pendapat Reuters / Ipsos yang dirilis pada hari Selasa.

Biden berencana untuk bertemu dengan para penasihat pada hari Rabu yang membantunya bersiap untuk menjabat pada 20 Januari 2021.

Ia telah menunjuk ahli keuangan, perdagangan dan regulasi perbankan untuk tim transisinya yang beranggotakan dari Demokrat inti hingga aktivis.

Biden juga merekrut orang-orang yang membuat aturan lingkungan yang ketat saat bertugas di bawah Presiden Barack Obama.

Joe Biden
Joe Biden (https://www.instagram.com/joebiden/)

Biden mengamankan kursi kepresidenan pada hari Sabtu setelah AP menyimpulkan bahwa ia telah memenangkan Pennsylvania dan Nevada, memberinya 290 suara Electoral College, lebih dari 270 suara yang dibutuhkan untuk mengambil Gedung Putih.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas