Tribun

POPULER Internasional: Teman Dekat Sebut Diego Maradona 'Mati Miskin' | Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh

Legenda sepak bola dunia, Diego Maradona disebut meninggal dalam kondisi kekurangan uang atau miskin oleh orang yang dekat dengannya.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
POPULER Internasional: Teman Dekat Sebut Diego Maradona 'Mati Miskin' | Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh
Kolase Tribunnews
POPULER Internasional: Teman Dekat Sebut Diego Maradona 'Mati Miskin' | Ilmuwan Nuklir Iran Dibunuh 

Armada kapal induk USS Carl Nimitz berlayar menuju kawasan Teluk, hampir bersamaan pembunuhan  ilmuwan fisika Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Kapal raksasa pengangkut  jet tempur dan helicopter itu dikawal sejumlah kapal perusak, kapal penjelajah, dan kapal fregat yang biasa mendampinginya ke manapun berlayar.

Informasi yang disiarkan stasiun televisi CNN, pergerakan kapal induk itu tidak ada kaitan dengan peristiwa di Teheran.  

Sumber Pentagon yang disitir wartawan CNN mengatakan, pergerakan armada kapal induk itu guna mendukung proses penarikan sebagian tentara AS dari Suriah, Irak, dan Afghanistan.

Koresponden CNN di Pentagon, Barbara Starr menginformasikan, armada itu akan segera memasuki perairan Teluk Persia.

Mereka akan memberikan dukungan tempur dan perlindungan udara saat pasukan AS menarik diri dari Irak dan Afghanistan pada pertengahan Januari 2021.

Di bawah perintah Presiden Donald Trump, AS memutuskan memindahkan persenjataan yang cukup besar dari wilayah itu, beberapa bulan sebelum dia akan meninggalkan jabatannya.

Baca juga: Ilmuwan Nuklir Terkemukanya Dibunuh di Dekat Teheran, Iran Tuduh Israel dan Akan Balas Dendam

Baca juga: Bunuh Ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh, Israel Persulit Masa Depan AS di Tangan Biden-Harris  

Baca juga: Pangeran Saudi Desak Joe Biden Tak Gabung Lagi dengan Kesepakatan Iran

Pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh meningkatkan ketegangan di Timur Tengah, menyusul luapan kemarahan Iran yang menuduh Israel di balik pembunuhan itu pada Jumat (27/11/2020) waktu Teheran.

Seorang pejabat AS, bersama dua pejabat intelijen lain dikutip The New York Times dan Sputniknews.com, Sabtu (28/11/2020) mengatakan, Israel mendalangi operasi pembunuhan itu.

Laporan tersebut tidak merinci berapa banyak informasi yang mungkin dimiliki AS sebelumnya tentang operasi tersebut. Belum ada komentar resmi dari Gedung Putih atau CIA.

BACA SELENGKAPNYA >>>

4. 4 Dokter Ditangkap karena Ambil Organ Pasien Meninggal Secara Ilegal, Lantas Dijual di Pasar Gelap

Ilustrasi operasi bedah medis.
Ilustrasi operasi bedah medis. (www.drugwatch.com)

Setidaknya enam orang telah ditangkap dan dipenjara, lantaran mengambil organ dalam pasien yang sudah meninggal.

Dari enam orang yang ditangkap setidaknya empat orang di antaranya berprofesi sebagai dokter.

Kejadian tersebut terjadi di sebuah rumah sakit di provinsi Anhui, China.

Para pelaku dalam aksinya akan mencari korban kecelakaan dan menipu keluarganya agar menyumbangkan organ pasien tersebut.

Lantas setelah itu, organ dalam akan dijual di pasar gelap, sehingga mereka dapat menghasilkan banyak uang.

Dikutip dari New York Post, empat dokter ditangkap bekerja dalam pengadaan organ di rumah sakit.

Mereka telah mengambil hati dan ginjal dari 11 pasien yang baru saja meninggal antara tahun 2017 dan 2018.

Mantan kepala perawatan intensif di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Huaiyuan, Yang Suxun, kemudian akan membujuk keluarga pasien untuk menandatangani formulir persetujuan donasi palsu.

Dan organ akan diambil secara ilegal di tengah malam dengan van yang menyamar sebagai ambulans.

Baca juga: 8 Pasien OTG di Tegal Masuk Rusunawa Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Modus Berjalan Keliling Rumah Sakit, Pria 37 Tahun Rampas Ponsel Milik Penunggu Pasien

Organ-organ tersebut kemudian dijual kepada anggota lain dari jaringan perdagangan gelap, termasuk individu dan rumah sakit yang berjuang melawan kekurangan donor organ.

BACA SELENGKAPNYA >>>

(Tribunnews.com)

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas