Tribun

Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang Pertimbangkan Usulan Pembentukan NIA

Hiroshi Kajiyama akan mempertimbangkan usulan pemerintah Indonesia terkait pembentukan Nusantara Investment Authority (NIA).

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang Pertimbangkan Usulan Pembentukan NIA
Foto Straitstimes
Menteri METI Jepang, Hiroshi Kajiyama (65). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang, Hiroshi Kajiyama akan mempertimbangkan usulan pemerintah Indonesia terkait pembentukan Nusantara Investment Authority (NIA) sebagai wadah investasi Sovereign Wealth Fund di Indonesia.

"Menteri Kajiwara masih akan mempertimbangkan lebih lanjut usulan dari Indonesia mengenai NIA tersebut," papar sumber Tribunnews.com setelah pertemuan antara Menteri Luhut Pandjaitan dan Menteri Erick Thohir dengan Menteri Kajiwara, Jumat (4/12/2020).

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir bersama Duta besar Indonesia untuk Jepang Heri Rakhmadi siang ini sejak jam 11.30 waktu Jepang diterima Menteri Kajiwara.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Hirofumi Yoshimura Sebut Osaka Jepang Berada di Lampu Merah

Dalam pertemuan tersebut Menteri Kajiwara menerima baik kunjungan kedua menteri di tengah masa pandemi Corona.

"Menteri Indonesia itu juga menjelaskan mengenai Omnibus Law yang baru saja disahkan di Indonesia untuk memudahkan investasi asing masuk Indonesia," tambahnya.

Demikian pula mengenai investasi asing terutama dari berbagai perusahaan Jepang sangat diharapkan untuk memasuki Indonesia dengan lebih banyak lagi.

Menteri koordinator Luhut Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir bersama mantan menteri perdagangan Jepang Hiroshige Seko di kediaman Dubes Indonesia di Tokyo.
Menteri koordinator Luhut Panjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir bersama mantan menteri perdagangan Jepang Hiroshige Seko di kediaman Dubes Indonesia di Tokyo. (Istimewa)

"Kita adalah pemerintah. Untuk swasta, berbagai perusahaan yang merupakan kalangan swasta mungkin bisa mendekati langsung kalangan swasta untuk berinvestasi di Indonesia," ujarnya.

Dia menambahkan, infrastruktur di Indonesia memang sangat penting untuk pengembangan bisnis lebih baik lagi di masa depan.

"Oleh karena itu pengembangan infrastruktur dan kestabilan hukum serta kemudahan berinvestasi di Indonesia mungkin perlu ditekankan lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga: Merasa Dilecehkan, Mantan Karyawan Tuntut Perusahaan Docomo Jepang Ganti Rugi 4,63 Juta Yen

Namun demikian Jepang belum memberikan jawaban terkait rencana tersebut.

"Kita masih akan pertimbangkan lebih lanjut usulan NIA tersebut dan terima kasih telah berkunjung ke Jepang ini," katanya.

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas