Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Waspada Penyakit Baru dari Afrika Disebut Penyakit X, Dokter: Patogen Baru akan Keluar

Seorang dokter dari Kongo, memperingatkan adanya penyakit baru dari Afrika. Penyakit ini lebih ganas dari Covid-19 dan Ebola.

Waspada Penyakit Baru dari Afrika Disebut Penyakit X, Dokter: Patogen Baru akan Keluar
AFP PHOTO/HO / COURTESY OF CENTER FOR EMERGING AND ZOONOTIC DISEASES RESEARCH LAB AT THE NATIONAL INSTITUTE FOR COMMUNICABLE DISEASES
Gambar yang disediakan oleh laboratorium penelitian Center for Emerging and Zoonotic Diseases di Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan diambil pada 21 November 2011, menunjukkan teknisi laboratorium dan dokter mengerjakan sampel selama penelitian tentang penyakit Ebola yang berkembang pada kelelawar, di Center for Emerging and Zoonotic Diseases research Laboratory of the National Institute for Communicable Diseases di Pretoria. 

TRIBUNNEWS.COM - Dokter yang dulu pernah membantu menemukan Ebola pada 1967 lalu, memperingatkan adanya kemunculan penyakit baru yang mematikan.

Ia menyebut penyakit itu bisa menyebar cepat seperti Covid-19, tapi bisa sama mematikannya dengan virus Ebola.

Seperti yang dilansir Mirror, Professor Jean-Jacques Muyembe Tamfum berkata umat manusia menghadapi sejumlah tantangan yang bisa mengancam populasi.

Ia menyebut ada virus baru yang muncul dari hutan tropis Afrika yang dapat menyebar dengan cepat.

"Kita sekarang berada di dunia di mana patogen baru akan keluar," kata profesor itu kepada CNN.

Baca juga: Pakar Ungkap Disease X, Penyakit yang Berpotensi Jadi Pandemi Baru

Baca juga: Terserang Penyakit Menular CSF, 6.000 Ekor Babi di Perfektur Mie Jepang Mati

"Dan itulah yang merupakan ancaman bagi kemanusiaan."

Ditanya apakah ada penyakit baru itu yang bisa lebih apokaliptik daripada Covid-19, dia berkata, "Ya, ya, saya kira begitu."

Jean-Jacques Muyembe-Tamfum dari Kongo (Kiri) berpose dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Kanan) setelah menerima Penghargaan Ketiga Hideyo Noguchi Afrika dalam kategori penelitian medis pada upacara penghargaan di Tokyo pada 30 Agustus 2019 di sela-sela acara Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD).
Jean-Jacques Muyembe-Tamfum dari Kongo (Kiri) berpose dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Kanan) setelah menerima Penghargaan Ketiga Hideyo Noguchi Afrika dalam kategori penelitian medis pada upacara penghargaan di Tokyo pada 30 Agustus 2019 di sela-sela acara Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD). (Kazuhiro NOGI / AFP)

Komentarnya itu ia ucapkan saat seorang wanita yang menunjukkan gejala demam berdarah di Ingende, sebuah kota terpencil di Republik Demokratik Kongo (RDK).

Wanita itu dites untuk beberapa penyakit, termasuk Ebola, tetapi semuanya negatif.

Karenanya, hal itu memicu kekhawatiran bahwa penyakitnya mungkin disebabkan oleh apa yang disebut 'Penyakit X'.

Halaman
123
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas