Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Waspada Penyakit Baru dari Afrika Disebut Penyakit X, Dokter: Patogen Baru akan Keluar

Seorang dokter dari Kongo, memperingatkan adanya penyakit baru dari Afrika. Penyakit ini lebih ganas dari Covid-19 dan Ebola.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in Waspada Penyakit Baru dari Afrika Disebut Penyakit X, Dokter: Patogen Baru akan Keluar
AFP PHOTO/HO / COURTESY OF CENTER FOR EMERGING AND ZOONOTIC DISEASES RESEARCH LAB AT THE NATIONAL INSTITUTE FOR COMMUNICABLE DISEASES
Gambar yang disediakan oleh laboratorium penelitian Center for Emerging and Zoonotic Diseases di Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan diambil pada 21 November 2011, menunjukkan teknisi laboratorium dan dokter mengerjakan sampel selama penelitian tentang penyakit Ebola yang berkembang pada kelelawar, di Center for Emerging and Zoonotic Diseases research Laboratory of the National Institute for Communicable Diseases di Pretoria. 

Profesor Muyembe memperingatkan masih banyak lagi penyakit zoonosis, penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia, bisa muncul.

Covid-19 adalah salah satu penyakit zoonosis.

Contoh lainnya yaitu demam kuning dan rabies, yang diperkirakan muncul dari reservoir yang tidak diketahui - istilah yang digunakan untuk menunjukkan inang alami virus di kerajaan hewan.

Gambar yang disediakan oleh laboratorium penelitian Center for Emerging and Zoonotic Diseases di Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan diambil pada 21 November 2011, menunjukkan teknisi laboratorium dan dokter mengerjakan sampel selama penelitian tentang penyakit Ebola yang berkembang pada kelelawar, di Center for Emerging and Zoonotic Diseases research Laboratory of the National Institute for Communicable Diseases di Pretoria.
Gambar yang disediakan oleh laboratorium penelitian Center for Emerging and Zoonotic Diseases di Institut Nasional untuk Penyakit Menular dan diambil pada 21 November 2011, menunjukkan teknisi laboratorium dan dokter mengerjakan sampel selama penelitian tentang penyakit Ebola yang berkembang pada kelelawar, di Center for Emerging and Zoonotic Diseases research Laboratory of the National Institute for Communicable Diseases di Pretoria. (AFP PHOTO/HO / COURTESY OF CENTER FOR EMERGING AND ZOONOTIC DISEASES RESEARCH LAB AT THE NATIONAL INSTITUTE FOR COMMUNICABLE DISEASES)

Virus Covid-19 SARS-CoV-2 diduga berasal dari China dan kemungkinan berasal dari kelelawar.

Sejak demam kuning diidentifikasi sebagai penyakit zoonosis pertama pada1901, dilaporkan ada 200 penyakit lain yang diidentifikasi.

Wabah penyakit zoonosis sebagian besar dikaitkan dengan penggundulan hutan yang menyebabkan hilangnya habitat alami hewan.

Hal itu berakibat berkurangnya ruang bagi kelelawar, tikus, dan serangga lain yang bertindak sebagai vektor penyakit untuk bersirkulasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal itu berujung meningkatnya kemungkinan kontak lebih besar dengan manusia.

Menurut penelitian oleh Mark Woolhouse, profesor epidemiologi penyakit menular di Universitas Edinburgh, tiga hingga empat virus diidentifikasi setiap tahun.

Sebagian besar dari virus itu memiliki penularan dari hewan ke manusia.

Baca juga: Sebanyak 1,2 Juta Vaksin Coronavac Lulus Uji Sertifikasi Lot Release 

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 yang Satu Kali Pemberian

Ilmuwan juga percaya 'Penyakit X' dapat berkembang biak pada hewan hidup di tempat yang disebut 'pasar basah', di mana melihat satwa liar dari hutan hujan dijual di daerah perkotaan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas