Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rusuh di Amerika Serikat

FBI Peringatkan Protes Bersenjata Direncanakan di 50 Gedung DPR Negara Bagian dan Capitol AS

FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris.

FBI Peringatkan Protes Bersenjata Direncanakan di 50 Gedung DPR Negara Bagian dan Capitol AS
AFP/Brendan Smialowski
Foto Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Terbaru, FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris. 

TRIBUNNEWS.COM - FBI menerima informasi yang menyatakan, "protes bersenjata" tengah direncanakan di 50 gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) negara bagian dan Capitol AS, jelang pelantikan presiden terpilih Joe Biden pada 20 Januari 2020.

CNN memperoleh informasi ini lewat buletin internal. ABC News adalah yang pertama melaporkan buletin FBI.

Berita ini muncul ketika langkah-langkah keamanan ditingkatkan menjelang Hari Pelantikan dan badan penegak hukum federal negara bagian bersiap untuk menghalau kemungkinan aksi kekerasan pasca massa menyerbu Capitol AS.

Baca juga: Mantan Gubernur California, Arnold Schwarzenegger Kecam Serangan di Capitol AS

Baca juga: Paus Fransiskus Doakan Korban Tewas dalam Rusuh Capitol AS, Imbau Washington agar Lindungi Demokrasi

Ilustrasi Kerusuhan di Capitol AS. FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris.
Ilustrasi Kerusuhan di Capitol AS. FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris. (AFP/Samuel Corum)

Kerusuhan di Capitol AS menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas kepolisian.

Ketika penyelidik federal melacak tersangka dari serangan pekan kemarin, buletin internal itu menyoroti kekhawatiran, pengepungan Capitol AS mungkin hanyalah awal dari potensi tindakan dari pro-Trump, yang digerakkan dengan klaim palsu terkait Pilpres AS yang dicurangi.

"Protes bersenjata sedang direncanakan di semua 50 gedung DPR negara bagian dari 16 Januari hingga setidaknya 20 Januari dan di Capitol AS dari 17 Januari hingga 20 Januari," terang buletin FBI tersebut.

Informasi ini juga menunjukkan ada ancaman "pemberontakan" jika Trump disingkirkan melalui Amandemen ke-25 sebelum hari pelantikan.

"Pada 8 Januari, FBI menerima informasi tentang kelompok yang teridentifikasi meminta orang lain bergabung dengan mereka di gedung pengadilan dan gedung administrasi negara bagian, jika POTUS (sebutan untuk Trump) dicopot sebelum Hari Pelantikan," papar buletin FBI itu,

"Kelompok ini juga berencana untuk 'menyerbu' kantor pemerintah, termasuk District of Columbia dan setiap negara bagian. Terlepas dari apakah negara bagian itu memberikan suara elektoral untuk Biden atau Trump pada 20 Januari," tambah buletin tersebut.

Baca juga: Pendukung Trump yang Masuk Ruang Kerja Nancy Pelosi dan Bawa Mimbar Saat Ricuh di Capitol Ditangkap

Baca juga: Ketua DPR AS Ancam Memakzulkan Donald Trump akibat Rusuh di Capitol, Analis Sebut Ada 2 Hambatan

Ilustrasi Kerusuhan di Capitol AS. FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris.
Ilustrasi Kerusuhan di Capitol AS. FBI terima informasi yang menyatakan protes bersenjata tengah direncanakan di 50 gedung negara bagian dan Capitol AS jelang pelantikan Biden-Harris. (AFP/Roberto Schmidt)

Lebih lanjut, FBI juga melacak laporan tentang 'berbagai ancaman untuk merugikan Presiden terpilih Biden menjelang pelantikan presiden.'

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas