Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pilpres Amerika Serikat

Joe Biden Tunggu Rekomendasi Penasehat Intelijen untuk Berbagi Informasi Rahasia dengan Trump

Joe Biden ingin mendengar dari para profesional intelijennya sendiri sebelum membuat keputusan apa pun.

Joe Biden Tunggu Rekomendasi Penasehat Intelijen untuk Berbagi Informasi Rahasia dengan Trump
AFP/Olivier Douliery
Demonstran pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bentrok dengan polisi dan aparat keamanan saat mereka menyerbu Gedung Kongres US Capitol di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021) waktu setempat. Ribuan pendukung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melakukan aksi demonstrasi dengan menyerbu dan menduduki Gedung Capitol untuk menolak pengesahan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden atas Presiden Donald Trump dalam Pemilu Amerika 2020 lalu. Mereka menduduki Gedung Capitol setelah sebelumnya memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. AFP/Olivier Douliery 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menunggu rekomendasi dari penasihat intelijennya untuk membahas apakah akan berbagi informasi rahasia dengan Presiden Donald Trump setelah Partai Republik meninggalkan Gedung Putih.

Hal tu disampaikan Staf Biden pada Minggu (17/1/2021) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (18/1/2021).

Ron Klain, Kepala Staf Gedung Putih Biden, berkomentar setelah mantan Wakil Direktur Utama intelijen nasional, Sue Gordon, menulis opini yang menentang berbagi informasi intelijen tersebut dengan Trump begitu dia meninggalkan kursi kepresidenan.

"Dengan tindakan sederhana ini - yang semata-mata hak prerogatif presiden baru - Joe Biden dapat mengurangi satu aspek dari potensi risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh Donald Trump, warga sipil," kata Gordon dalam potongan  opininya di Washington Post.

Baca juga: Duit Anggaran Mash Bejibun, Joe Biden Rencanakan Stimulus Lanjutan di Februari, Ini yang Dicemaskan

Ditanya tentang rekomendasi Gordon, Klain mengatakan kepada program "State of the Union" CNN bahwa Joe Biden ingin mendengar dari para profesional intelijennya sendiri sebelum membuat keputusan apa pun.

Baca juga: Popularitas Melania Trump Jeblok saat Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih

"Kami pasti akan mencari rekomendasi dari para profesional intelijen di pemerintahan Biden ... dan kami akan menindak-lanjuti rekomendasi itu," katanya.

Gordon, yang mengundurkan diri pada 2019 lalu, mengatakan setiap mantan presiden adalah target intelijen asing tetapi Trump "mungkin luar biasa rentan terhadap aktor-aktor jahat dengan niat buruk," merujuk, antara lain, pada kepentingan bisnisnya di luar negeri.

"Tidak jelas bahwa dia memahami perdagangan yang telah diekspos, alasan pengetahuan yang diperolehnya harus dilindungi dari pengungkapan, atau niat dan kemampuan musuh," tambahnya.

Ketua Komite Intelijen DPR dari partai Demokrat Adam Schiff lebih blak-blakan, mengatakan kepada program "Face The Nation" CBS, "Saya tidak berpikir dia bisa dipercaya dengan itu." (Reuters)

Ikuti kami di
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas