Donald Trump Lengser, Eks Staf Gedung Putih Bingung Mencari Pekerjaan Baru
Trump hanya sekilas muncul Jumat (22/1/2021) saat ia main golf di lapangan pribadinya di Palm Beach, Florida.
Editor:
Setya Krisna Sumarga
Sekarang, tim mantan presiden itu bubar, meninggalkan Washington. Beberapa pergi ke basis pendukung Trump di Texas dan Florida, untuk meningkatkan prospek pekerjaan mereka.
Seorang mantan pejabat senior pemerintahan mencatat, banyak orang di dalam Gedung Putih menunggu sampai setelah pemilihan Electoral College dihitung.
Baru mereka memulai pencarian pekerjaan baru secara sungguh-sungguh, agar tidak masuk upaya Trump menantang hasil pemilihan. Tapi kerusuhan di Capitol Hill mengubah rencana mereka.
"Tapi (peristiwa) tanggal 6 itu mengejutkan," kata pejabat senior itu. Sejak meninggalkan Washington pada pagi hari pelantikan Presiden Joe Biden, Trump sama sekali tidak terlihat dari perhatian publik.
Dia bermain golf dua kali di klub West Palm Beach, dan hanya bertemu keluarga dan teman-temannya di Mar-a-Lago.
Di Florida, dia dikelilingi sekelompok kecil asisten, termasuk Jason Miller, dan staf yang dipekerjakan Administrasi Layanan Umum sebagai dukungan untuk mantan presiden.
“Baginya untuk beralih dari staf yang terdiri dari ratusan menjadi sekelompok kecil, itu akan menjadi perubahan besar baginya,” kata mantan pejabat senior itu.
Sementara staf politiknya sebagian besar telah menghilang, Trump diam-diam telah mengumpulkan tim pengacara untuk menghadapi sidang pemakzulan Senat yang akan datang, yang dimulai 8 Februari.
Sidang tersebut, diluncurkan setelah DPR memakzulkan Trump karena membantu menghasut pemberontakan di Capitol.
Hadapi Sidang Pemakzulan oleh Senat AS
Jika ia dimakzulkan Senat, Trump akan dilarang mencalonkan diri untuk jabatan selanjutnya dan atau menduduki jabatan federal lainnya.
Trump telah menunjuk pengacara yang berbasis di Carolina Selatan, Butch Bowers untuk bergabung dengan pembelaan pemakzulannya.
Tim akan diperluas minggu depan, menurut seseorang yang akrab dengan perencanaan tersebut. Dia juga menghadapi ancaman potensi tuntutan perdata atau pidana terkait dengan praktik bisnis dan pajak Trump Organization.
Ketika Trump bersiap menghadapi pertempuran itu, beberapa pejabat Gedung Putih mencoba untuk sepenuhnya menjauh dari drama politik yang kejam.
Chad Mizelle, mantan penjabat penasehat umum Departemen Keamanan Dalam Negeri, pindah ke Florida.
Di negara bagian ini, istrinya bekerja sebagai hakim. Ditanya apakah dia sedang mencari pekerjaan, Mizelle menukas, "Saya menyesap margarita!" tulisnya lewat pesan pendek.(Tribunnews.com/Politico/xna)