Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Memalsukan Jam Masuk Kantor Suginamiku Jepang, Karyawan Pemda di-PHK

Seorang karyawan pemda Suginamiku Tokyo Jepang berusia 65 tahun  di-PHK dari kantornya sebagai  tindakan disipliner karena secara ilegal

Memalsukan Jam Masuk Kantor Suginamiku Jepang, Karyawan Pemda di-PHK
Ist
Daerah Suginamiku khususnya daerah Nakano 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang karyawan pemda Suginamiku Tokyo Jepang berusia 65 tahun  di-PHK dari kantornya sebagai  tindakan disipliner karena secara ilegal mendapatkan gaji lebih dari 2,5 juta yen karena mengajukan jam kerja palsu selama hampir dua setengah tahun.

"Pemecatan disipliner itu kepada seorang karyawan tingkat kepala dinas yang  berusia 65 tahun yang bekerja di Departemen Urusan Anak dan Keluarga Lingkungan Suginami," ungkap sumber Tribunnews.com Rabu (27/1/2021).

Menurut pemda Suginami, pegawai ini secara ilegal mengoreksi pencatatan kehadiran dengan menggunakan kewenangannya untuk mengelola pencatatan kehadiran, meski sempat absen, telat, dan pulang lebih awal selama hampir dua setengah tahun hingga September 2020.

"Demikian pula dia melakukan pencatatan jam lembur palsu."

Ketika  memeriksa situasi kerja di departemen karena pekerjaan staf tertunda pada September tahun lalu, gaji yang diperoleh secara ilegal sebesar 2,56 juta yen ternyata ditemukan kecurangan.

Staf mengakui penipuan pada wawancara dengan pimpinannya dan mengembalikan jumlah penuh.

Menurut pemda Suginami, anggota staf ini bekerja sendiri di kantor tempatnya  , sehingga ke depannya  kemungkinan akan terulang kembali.

"Namun  dengan mengecek catatan kehadiran dengan dua orang atau lebih, kami berharap dan  berusaha  untuk mencegah agar kejadian tak terulang."

Walikota Ryo Tanaka dari pemda Suginami Tokyo berkomentar, "Saya ingin sekali meminta maaf karena kejadian tersebut yang tentu saja akan merusak citra pemda secara keseluruhan. Namun kami berusaha agar tak terulang kembali di masa depan."

Sementara itu telah terbit buku baru "Rahasia Ninja di Jepang" berisi kehidupan nyata ninja di Jepang yang penuh misteri, mistik, ilmu beladiri luar biasa dan tak disangka adanya penguasaan ilmu hitam juga. informasi lebih lanjut ke: info@ninjaindonesia.com

Ikuti kami di
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas