Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Polisi Rusia Tahan Lebih 2.700 Demonstran yang Protes Penahanan Navalny

Unjuk rasa nasional akhir pekan ini memasuki hari kedua berturut-turut aksi protes atas penahanan Kremlin, lawan Presiden Vladimir Putin

Polisi Rusia Tahan Lebih 2.700 Demonstran yang Protes Penahanan Navalny
IG Alexei Navalny
Kondisi Alexei Navalny Semakin Membaik, Unggah Foto Ini di Instagram 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, MOSKBAN -- Polisi menahan lebih dari 2.700 orang dan membubarkan aksi unjuk rasa di Moskow dan di seluruh Rusia pada Minggu (31/1/2021) ketika pendukung kritikus Kremlin Alexei Navalny memberanikan diri untuk turun ke jalan menuntut dia dibebaskan.

Unjuk rasa nasional akhir pekan ini memasuki hari kedua berturut-turut aksi protes atas penahanan Kremlin, lawan Presiden Vladimir Putin yang paling menonjol.

Politikus oposisi itu ditangkap pada 17 Januari lalu, setelah kembali ke Moskow dari Jerman di mana ia telah pulih dari keracunan racun saraf di Rusia musim panas lalu.

Baca juga: Polisi Moskow Menangkap Saudara Pemimpin Oposisi Rusia Alexei Navalny

Dia menuduh Putin memerintahkan pembunuhannya, yang dibantah Kremlin.

Polisi pun memberlakukan penutupan di jantung ibu kota pada Minggu, menutup jalan-jalan bagi pejalan kaki di dekat Kremlin, menutup stasiun metro dan mengerahkan ratusan polisi anti huru-hara saat salju turun.

Yulia, seorang demonstran berusia 40 tahun di Moskow, mengatakan dia telah bergabung dengan aksi unjuk rasa meskipun mengalami serangan panik pada malam sebelumnya karena khawatir akan dampak untuk mengambil bagian.

Baca juga: Profil Alexei Navalny, Kritikus Vladimir Putin Sekaligus Pemimpin Oposisi Rusia

"Saya memahami bahwa saya hidup dalam keadaan yang benar-benar melawan hukum.

Dalam negara seperti ini, tanpa pengadilan independen. Di negara yang dikuasai oleh korupsi. Saya ingin hidup berbeda," katanya.

Polisi mengatakan aksi protes itu ilegal karena mereka belum diberi izin dan akan dibubarkan.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas