Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

Menlu Iran Javad Zarif Desak Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir

Zarif mencatat bahwa UU yang disahkan oleh parlemen memaksa pemerintah untuk memperkuat sikap nuklirnya, jika sanksi AS tidak dikurangi pada 21/2/2021

Menlu Iran Javad Zarif Desak Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Enzo DE LUCA / ABI / AFP
Foto Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarid. Terbaru, Menlu Iran Javad Zarif Desak Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir 

Menanggapi langkah AS, Iran telah melonggarkan kepatuhannya pada ketentuan kesepakatan tentang pengayaan dan penimbunan uranium.

Pemerintahan baru AS yang dipimpin Joe Biden mengatakan, jika Teheran kembali ke kepatuhan ketat dengan pakta tersebut, Washington akan mengikuti dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk perjanjian yang lebih luas yang mungkin membatasi pengembangan rudal Iran dan kegiatan regional.

Teheran bersikeras bahwa Washington harus meringankan sanksi sebelum melanjutkan kepatuhan nuklir dan mengesampingkan negosiasi tentang masalah keamanan yang lebih luas.

Baca juga: Macron Ingin Libatkan Arab Saudi, Iran Tolak Nego Ulang Perjanjian Nuklir

Menteri Luar Negeri Antony Blinken (kanan). Terbaru, Menlu Iran Javad Zarif Desak Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir
Menteri Luar Negeri Antony Blinken (kanan). Terbaru, Menlu Iran Javad Zarif Desak Biden Segera Kembali ke Kesepakatan Nuklir (CHANDAN KHANNA / AFP)

Antony Blinken Angkat Bicara

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken membahas Iran pada Jumat dalam pertemuan virtual dengan mitranya dari Inggris, Prancis dan Jerman ketika kelompok itu mempertimbangkan bagaimana menghidupkan kembali kesepakatan itu.

"Semakin banyak Amerika menunda-nunda, semakin banyak kerugiannya, tampaknya pemerintahan Biden tidak ingin melepaskan diri dari warisan Trump yang gagal," kata Zarif dalam wawancara.

"Kami tidak perlu kembali ke meja perundingan. Amerika yang harus menemukan tiket untuk datang ke meja perundingan," tambahnya.

Pada Senin, Zarif mengisyaratkan cara untuk menyelesaikan kebuntuan mengenai pihak mana yang bergerak lebih dulu.

Zarif mengatakan langkah-langkah tersebut dapat disinkronkan oleh pejabat tinggi Uni Eropa.

Pada Selasa kemarin, ditanya tentang proposal tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan kepada wartawan bahwa AS "siap untuk berjalan di jalur diplomasi - jika Iran melanjutkan kepatuhan penuh" dengan perjanjian tersebut.

Baca juga: Iran Berencana Keluarkan 7 Tuntutan untuk Biden, Sebelum Kembali Bahas Kesepakatan Nuklir

Baca juga: Sambut Baik Perpanjang Perjanjian Senjata Nuklir, Rusia: Masih Ingin Liat Detail Prososal AS

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas