Tribun

Wabah Ebola

Wabah Ebola Muncul di Guinea, 3 Orang Meninggal dan 4 Lainnya Jatuh Sakit

Kasus-kasus baru di Guinea adalah kemunculan pertama Ebola sejak wabah terburuk di dunia antara 2013 dan 2016, epidemi kini telah diumumkan

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Wabah Ebola Muncul di Guinea, 3 Orang Meninggal dan 4 Lainnya Jatuh Sakit
Kenzo TRIBOUILLARD / AFP
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD) bekerja di pusat perawatan Ebola yang dijalankan oleh organisasi palang merah Prancis di Macenta di Guinea pada tanggal 20 November 2014. Guinea deklarasikan wabah Ebola baru setelah tiga orang meninggal dan empat lainnya jatuh sakit. 

TRIBUNNEWS.COM - Guinea deklarasikan wabah Ebola baru setelah tiga orang meninggal dan empat lainnya jatuh sakit.

Dilansir Mirror, Guinea kembali dilanda wabah Ebola semenjak wabah yang sama terjadi di negara itu pada tahun 2013 hingga 2016 lalu.

Para pasien jatuh sakit karena diare, muntah dan pendarahan.

Mereka sempat menghadiri pemakaman di sub-prefektur Goueke.

Orang yang menghadiri pemakaman kemudian diisolasi di pusat perawatan, kata kementerian kesehatan negara itu.

"Menghadapi situasi ini dan sesuai dengan peraturan kesehatan internasional, pemerintah Guinea mengumumkan epidemi Ebola," kata kemenkes Guinea dalam sebuah pernyataan Minggu (14/2/2021).

Orang yang dimakamkan pada 1 Februari adalah seorang perawat di sebuah pusat kesehatan setempat.

Baca juga: Ebola Tak Hanya di Afrika, Wabah Ini Bisa Masuk Ke Semua Negara, Pernah Terjadi di Amerika dan Eropa

Baca juga: Pernah Jadi Wabah Terbesar dan Paling Kompleks, Kini Merebak Lagi di Afrika, Apa Itu Virus Ebola?

Seorang petugas kesehatan berjalan menuju pasien yang menjalani karantina di pusat perawatan Nongo ebola di Conakry, Guinea pada 21 Agustus 2015.
Seorang petugas kesehatan berjalan menuju pasien yang menjalani karantina di pusat perawatan Nongo ebola di Conakry, Guinea pada 21 Agustus 2015. (CELLOU BINANI / AFP)

Ia meninggal setelah dipindahkan untuk perawatan ke Nzerekore, sebuah kota dekat perbatasan dengan Liberia dan Pantai Gading.

Tahun 2013-2016 lalu, wabah Ebola di Afrika Barat dimulai di Nzerekore, kota sibuk yang menghambat upaya penekanan virus.

Virus terus membunuh setidaknya 11.300 orang, dengan sebagian besar kasus di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas