Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kepolisian Jepang Selidiki Kasus Tewasnya Pejalan Kaki yang Terjatuh ke Lubang Galian Proyek

Seorang pejalan kaki tewas setelah jatuh ke dalam lubang sedalam sekitar 1 meter di sebuah lokasi konstruksi di Daerah Taito.

Kepolisian Jepang Selidiki Kasus Tewasnya Pejalan Kaki yang Terjatuh ke Lubang Galian Proyek
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Daerah kecelakaan di Taito-ku Tokyo di mana pejalan kaki jatuh ke dalam lubang yang tidak diantisipasi dengan baik. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang pejalan kaki tewas setelah jatuh ke dalam lubang sedalam sekitar 1 meter di sebuah lokasi konstruksi di daerah Taito, Tokyo, Jepang.

Departemen Kepolisian Metropolitan mengatakan bahwa langkah-langkah keamanan tidak memadai dan orang yang bertanggung jawab atas proyek tersebut akan ditahan kepolisian.

"Kepolisian mengirim dokumen penahanan kepada yang bertanggung jawab atas proyek galian pinggir jalan di Taitoko dan kemungkinan besar akan segera menangkap tersangka karena kelalaiannya," papar sumber Tribunnews.com, Selasa (23/2/2021).

Pada bulan Juli 2020, seorang pria berusia 52 tahun yang lewat di dekat lokasi konstruksi di bawah Stasiun JR Asakusabashi yang ditinggikan di Taito-ku, Tokyo, jatuh ke dalam lubang sedalam sekitar 1 meter dan meninggal.

Tidak ada pekerja pada malam hari saat kejadian tersebut.

Baca juga: Pembangunan Kursi Penonton di Stadion Olimpiade Jepang Dimulai Sejak Januari 2021

Baca juga: Bawa Surat Tes PCR Negatif, 14 Warga Jepang Positif Corona Setelah Tiba di Jakarta

Pagar untuk konstruksi dipasang di sekitar lubang, tetapi ketika seorang pria bersandar, pagar itu roboh.

Pria itu pun masuk ke dalam lubang sedalam 1 meter tersebut dan meninggal dunia.

Departemen Kepolisian Metropolitan sedang menyelidiki situasi terperinci dan ditemukan tindakan pengamanan yang kurang memadai, seperti penggunaan pagar plastik yang lemah padahal di sana merupakan tempat yang banyak dilalui orang.

Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengirim dokumen ke manajer lokasi perusahaan berusia 39 tahun yang bertanggung jawab atas konstruksi atas dugaan kematian yang tidak disengaja dalam bisnis.

Sang manajer mengakui kecurigaan atas interogasi dan berkata, "Saya sangat menyesal."

Proses selanjutnya akan dibawa ke pengadilan dan kemungkinan akan memenjarakan orang yang bertanggung jawab tersebut atau membayar denda sesuai yang dituntut oleh keluarga korban.

Sementara itu Forum bisnis WNI di Jepang baru saja meluncurkan masih pre-open Belanja Online di TokoBBB.com yang akan dipakai berbelanja para WNI di Jepang. Info lengkap lewat email: bbb@jepang.com

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas