Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2021

Estafet Obor Olimpiade 25 Maret 2021 Dimulai dari Prefektur Fukushima Jepang

Estafet obor akan melakukan perjalanan ke 265 bagian dari 26 kota di prefektur dalam tiga hari sebelum melakukan perjalanan secara nasional.

Estafet Obor Olimpiade 25 Maret 2021 Dimulai dari Prefektur Fukushima Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Seorang warga Jepang membawa tongkat obor Olimpiade 2021 untuk dibawa estafet keliling Jepang. 

Sejak tahun 1996, telah melakukan kegiatan untuk membuat bunga matahari bermekaran di sepanjang jalan dan ladang setempat untuk menjaga hubungan regional, dan setelah Gempa Bumi Besar Jepang Timur dan kecelakaan nuklir, telah berskala nasional untuk mendukung rekonstruksi Fukushima.

Demikian juga berpartisipasi dalam proyek untuk membuat benih bunga matahari yang ditanam oleh kooperator mekar di prefektur.

"Saya ingin berlari dengan perasaan memberi kembali kepada orang-orang yang mendukung saya di seluruh negeri setelah gempa bumi, dan memberitahu bahwa Kota Tamura dan Prefektur Fukushima dalam keadaan baik," ungkap Sakuma.

Jalur Relai estafet obor Olimpiade Fukushima berubah karena kerusakan akibat gempa 13 Februari lalu dan juga akibat pandemi Corona.

Komite Penyelenggara Permainan telah meninjau sebagian rute di Kota Namie, Kota Inawashiro, dan Kota Futaba untuk menghemat waktu dan menyederhanakan operasi.

Baca juga: Sekretaris Kabinet Jepang: Tidak Relevan Relay Olimpiade Dengan Perpanjangan Deklarasi Darurat

Baca juga: Inilah 12 Direktur Baru Wanita di Kepanitiaan Olimpiade Jepang

Dari jumlah tersebut, Kota Inawashiro adalah satu-satunya di Jepang di mana pelari dijadwalkan untuk bermain ski.

Dan titik awal telah diubah ke lokasi yang lebih tinggi 250 meter dari yang direncanakan sehingga mereka dapat bermain ski meskipun terjadi kekurangan salju musim lalu.

Di Kota Futaba, pelari yang semula direncanakan dengan lentera menghentikan pertunjukan membawa obor di kereta Jalur JR Joban.

Selain itu, rute Kota Soma sebagian telah berubah akibat dampak gempa dengan intensitas seismik maksimum 6 atau lebih tinggi, yang disebut-sebut sebagai gempa susulan Gempa Besar Jepang Timur yang terjadi pada tanggal 13 Februari lalu.

Beberapa lentera batu di kedua sisi jalan menuju kuil runtuh karena guncangan gempa bumi, dan pilar gerbang Ote-mon, yang merupakan titik relai, telah rusak.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas