Tribun

Virus Corona

Saat Stok Global Kian Menipis, Irak Akhirnya Terima 336.000 Dosis Vaksin COVAX

Irak akhirnya menerima 336.000 dosis vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, di tengah makin menipisnya stok vaksin secara

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Saat Stok Global Kian Menipis, Irak Akhirnya Terima 336.000 Dosis Vaksin COVAX
BBC
ilustrasi Covaxin, vaksin untuk virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM, BAGHDAD - Irak akhirnya menerima 336.000 dosis vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, di tengah makin menipisnya stok vaksin secara global.

Skema COVAX dipimpin Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), Gavi-The Vaccine Alliance, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra pengiriman utama UNICEF.

Vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh SK-Bio Institute Korea Selatan (Korsel) telah tiba pada Kamis kemarin dan diterima di Bandara Internasional Baghdad oleh Menteri Kesehatan Irak Hassam Mohammed Al-Tamimi didampingi tim dari Departemen Kesehatan (Depkes) negara itu, WHO dan UNICEF.

Ini adalah langkah bersejarah menuju tujuan global untuk memastikan proses distribusi yang adil terhadap vaksin ini ke seluruh dunia.

Dikutip dari laman Relief Web, Jumat (26/3/2021), pengiriman ini merupakan bagian dari alokasi vaksin pertama yang ditujukan bagi Irak.

Selanjutnya, pengiriman lanjutan dari 1,1 juta dosis vaksin COVAX rencananya akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang dan akan mencakup 20 persen dari populasi.

Pengiriman ini pun akan berlangsung sebelum akhir 2021.

Perlu diketahui, pandemi Covid-19 diprediksi akan terjadi cukup lama di Irak dan seluruh dunia.

Hal itu karena penularan yang intens sedang berlangsung dan peningkatan jumlah warga yang terinfeksi ini memberikan tekanan besar pada rumah sakit, unit perawatan intensif (ICU) dan tenaga kesehatan pada banyak negara.

Meskipun tindakan pencegahan diyakini dapat secara efektif mengurangi penularan virus, namun efektivitasnya bergantung pada penerapan kebijakan yang ketat oleh pemerintah dan sikap disiplin yang dilakukan semua warga negara.

Kedatangan vaksin dan peluncuran kampanye vaksinasi nasional tentunya akan menjadi momentum 'perubahan' permainan dalam pertempuran melawan Covid-19 di Irak.

"Hari ini, vaksin yang diharapkan sejak minggu terakhir bulan Februari lalu, akhirnya tiba. Meskipun Irak telah menyelesaikan semua persyaratan untuk menghadirkan vaksin melalui fasilitas COVAX secara tepat waktu, penundaan dalam produksi global dan kelangkaan vaksin yang akan dikirim COVAX ini menjadi alasan dibalik lambatnya pengiriman," kata Al-Tamimi.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Warga Irak Terlibat Kasus Perdagangan Manusia ke Turki

Vaksin yang diterima tersebut pun telah mendapatkan izin Daftar Penggunaan Darurat dari WHO.

"Ini akan menjadi pengubah permainan dalam menangani pandemi Covid-19 di Irak," tegas Al-Tamimi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas