Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Para Pelari Kecewa Estafet Obor Olimpiade di Osaka Jepang Mendadak Dibatalkan

Para pelari kecewa dengan keputusan mendadak yang terjadi sekitar dua minggu sebelum pertunjukan.

Para Pelari Kecewa Estafet Obor Olimpiade di Osaka Jepang Mendadak Dibatalkan
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Seorang pelari estafet obor olimpiade di Fukushima 25 Maret 2021 lalu. 

"Tetapi saya terkejut mendengar bahwa itu akan dibatalkan," ujarnya.

"Saya berharap saya bisa melakukannya tanpa pengawasan dan hanya terhubung dengan obor," kata Mari
Shimadzu, seorang pekerja kantoran di kota yang merupakan salah satu pembawa obor di kota.

Mari Shimazu (57) adalah mantan perenang yang ingin berpartisipasi dalam Olimpiade Moskow 1980, yang diboikot Jepang.

Baca juga: TKP Kasus Pembunuhan 19 Warga di Kanagawa Jepang Jadi Salah Satu Lokasi Estafet Obor Olimpiade

Baca juga: Estafet Obor Olimpiade Tokyo Dimulai di Tengah Pembatasan Covid-19 Jepang

Tomoko Mizutani (48), instruktur penitipan anak-anak sekolah di kota yang melamar pembawa obor karena ingin menunjukkan bahwa bahkan orang biasa pun dapat berpartisipasi dalam Olimpiade, naik bus air dari sekitar Istana Osaka (Chuo-ku, Osaka) ke daerah sekitar balai kota.

"Saya seharusnya membawa obor. Saat mendengar kabar gubernur dan wali kota sudah mengumumkan pembatalan, saya ingin meminta maaf karena pembatalan itu. Saya sebenarnya merasa dekat dengan Olimpiade."

"Saya pikir ini adalah tamasya yang tidak perlu dan mendesak, dan perlu untuk menghindari kepadatan di Kota Osaka," ungkap Wali Kota Osaka Ichiro Matsui.

Rencananya akan diadakan upacara kedatangan obor "Celebration" yang dijadwalkan di Balai Umum Pusat Kota (Kita-ku, Osaka) tanpa penonton.

Ada perbedaan pandangan di respon pemerintah daerah lain.

Gubernur Toshizo Ido dari Prefektur Hyogo, yang menerapkan langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran mengatakan "Saya ingin membuat keputusan akhir setelah menilai situasinya sedikit lebih banyak."

Kuda dan pakaian perang zaman kuno Jepang memeriahkan awal estafet obor olimpiade di Fukushima, Kamis (25/3/2021).
Kuda dan pakaian perang zaman kuno Jepang memeriahkan awal estafet obor olimpiade di Fukushima, Kamis (25/3/2021). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Pada estafet obor di Hyogo, 180 individu dan kelompok akan berlari sejauh 36,7 kilometer, tetapi dijadwalkan pada 23 dan 24 Mei, sekitar sebulan lebih lambat dari Osaka.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas